Fri07192019

Last updateWed, 17 Jul 2019 9am

Video Banjarnegara

Back You are here: Home Berita Sosial Budaya Banjarnegara Siap Perangi Malaria

Banjarnegara Siap Perangi Malaria

BANJARNEGARA – Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono mendapat kunjungan dari Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Tengah, terkait masalah eliminasi malaria di Kabupaten Banjarnegara. Rombongan dari Dinkes Jawa Tengah yang diikuti oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo dan petugas kesehatan WHO itu diterima di Rumah Dinas Bupati di Pringgitan (11/5/2019), didampingi Dinkes Kabupaten Banjarnegara.

Juru bicara rombongan, Dr. M. Tauhid selaku Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Propinsi Jawa Tengah menjelaskan, tujuan kunjungan ini ingin meneguhkan komimen bersama Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Banjarnegara untuk bersama-sama melakukan eliminasi malaria.

“Kami datang dalam upaya eliminasi penyakit malaria di Jawa Tengah, sesusai program kesehatan Indonesia bebas malaria tahun 2022,” kata dr M. Tauhid. Menurut keterangannya, dari 35 kabupaten kota di Jawa Tengah, 31 daerah sudah dinyatakan bebas, sementara 2 kabupaten segera menusul yaitu Kebumen dan Cilacap.

“Tinggal kabupaten Banjarnegara dan Purworejo, yang kita diharapkan segera menyusul bebas malaria sehingga Jateng benar-benar dinyatakan bebas malaria,” imbuhnya.

“Di Banjarnegara tahun 2019 masih ada 2 kasus yang harus segera dituntaskan. Jadi harus digencarkan lagi gebrak malaria, penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Anopeles ini,” lanjutnya.

Sementara itu Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono membenarkan masih adanya kasus malaria di Banjarnegara. Mengatasi kondisi ini pihaknya sudah menyiapkan strategi upaya menuju eliminasi malaria di Banjarnegara. Pemkab, katanya, sudah menyiapkan Perbup eliminasi malaria yang disambut oleh Perdes survey dan migrasi.

“Saya juga instruksi desa menggunakan dana DD/ADD untuk eliminasi malaria serta minta dukungan lintas sektor tokoh agama, tokoh masyarakat untuk bersama brantas malaria,” ujar Bupati.

"Ini supaya malaria bisa langsung ditangani dan tidak menyebar kemana-mana. Saya juga selalu cek Dinkes, sudah sampai sejauh mana penanganannya,"bebernya.. Maka upaya untuk penanggulangannya, kata Budhi, segera difokuskan penanganannya, karena nyamuk malaria itu bisa terbang hingga jarak sekitar 3 sampai 4 kilometer. "Jadi gerakannya harus bersama-sama.

Saya optimistis Banjarnegara bisa tuntas tahun ini juga,” paparnya. Secara nasional, berdasarkan data dari Balai Besar Teknis Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Jakarta Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tercatat ada12 kabupaten/kota di pulau Jawa yang memiliki eliminasi malaria. Jawa Tengah dan Jawa Barat masuk dalam kategori ini. Tanggal 13 Mei kemarin, Gubernur Ganjar Pranowo diundang pada puncak peringatan Hari Malaria di Bali. Gubernur menyampaikan komitemn eliminasi malaria di Jawa Tengah, termasuk Banjarnegara. *

Wisata

Pariwisata di banjarnegara
Pariwisata
Banjarnegara

Perkebunan

POHON KARET
Perkebunan &
Kehutanan

Pertanian

Potensi
Pertanian

Industri

Potensi Perindustrian di Banjarnegara
Potensi
Industri

Pertambangan

Potensoi Pertambangan
Potensi
Pertambangan