Wed07172019

Last updateWed, 17 Jul 2019 9am

Video Banjarnegara

Back You are here: Home Berita Sosial Budaya Pemkab Bantu Pengobatan Balita Penderita Kelainan Kelamin

Pemkab Bantu Pengobatan Balita Penderita Kelainan Kelamin

BANJARNEGARA – Pemkab Banjarnegara terus berupaya membantu masyarakat kurang mampu yang tengah mengalami kesulitan dalam pengobatan warganya. Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono, terus berupaya mengoptimalkan jejaring dan kerja sama dengan lembaga-lembaga yang bisa memberi terobosan birokrasi agar masyarakat miskin dapat dijamin kesehatannya.

 

Seperti yang dialami balita bernama May Aretha Elisya. Balita ini di diagnosa menderita Congenital Diverticulum of Blader (ekstrofi bladder). Ia mempunyai kelainan pada alat kelamin. Budhi Sarwono menerima May bersama ibu, petugas kesehatan dan warga yang mengantarkannya di Pringgitan rumah dinas, Selasa (2/7/2019). Gadis cilik kelahiran 4 Mei 2014 ini merupakan warga Desa Karangjambe Rt. 03/01 Kecamatan Wanadadi.

Menurut Ratmini, petugas dari Puskesmas Wanadadi I yang mengantarkannya, May punya kecenderungan berjenis kelamin perempuan, namun bagian alat kelamin tersebut bentuknya tidak sempurna dan selalu berair serta basah, sehingga dalam beraktivitas sehari-hari harus selalu menggunakan pampers.

“Kalau aktivitasnya normal, selayaknya anak usia 5 tahun, tentang pengetahuan warna, motorik halus kasar semua normal,hanya saja terganggu pada bagian alat kelamin dikarenakan selalu berair dan basah sehingga tidak bisa aktif geraknya,” terang Ratmini.

Ratmini juga menjelaskan, jika May memiliki kelainan sejak lahir dan sudah melakukan pengobatan secara berjenjang, namun hasilnya belum memuaskan.

“Sudah pernah melakukan pengobatan berjenjang dari Puskesmas, RSI, RS Dr Sarjito Yogyakarta, dan RS Hasan Sadikin Bandung. Dari hasil pengobatan terakhir harus dilakukan operasi kelamin dan hanya bisa dilakukan di RS Hasan Sadikin Bandung saja karena terkait peralatan medis,” terangnya.

Menyikapi hal ini, Bupati Budhi Sarwono menyatakan bahwa Pemerintah siap membantu pengobatan melalui BPJS dan Jamkesda.

“Insya Allah Ananda akan segera kita dampingi operasi ke RS Hasan Sadikin Bandung. Masalah pembiayaan, pemerintah membantu melalui BPJS dan Program Jamkesda, untuk biaya operasi dan biaya selama di Bandung nanti,” kata Budhi.

Tak tanggung-tanggung, Bupati sudah mempersiapkan surat pengantar ke Direktur RS Hasan Sadikin Bandung, Ia juga mengirimkan tembusan surat ke Menteri Kesehatan RI dan Dirjen Pelayanan Medik. Disamping itu, Budhi juga meminta masyarakat pro aktif melaporkan apabila ada anggota keluarga ataupun warga di sekitar yang memerlukan bantuan dari Pemerintah.

“Kita ingin maksimal dalam mengawal rakyat yang sedang kesulitan, maka saya juga butuh partisipasi masyarakat. Jika ada warga tidak mampu dan membutuhkan pertolongan seperti ini segeralah melapor, masalah seperti ini merupakan tanggung jawab bersama,” ajaknya.

Kepada Ibu pasien, Ny Ari Asihtiani, Budhi meminta untuk tawakal. “Mohon sabar menghadapi cobaan ini. Insya Allah kita semua berusaha agar putri Ibu bisa ditangani dengan baik,” ucap bupati sambil menyalaminya.

Sementara itu sang ibu, Ny Ari Asihtiani (39 th), menjelaskan, May Aretha Elisya adalah anak ke-2 dari 4 bersaudara.  Bapaknya sejak 2 tahun tidak pernah mengurusi dan sampai saat ini tidak bisa dihubungi bahkan tidak tau keberadaannya.  Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, ia bekerja menjadi buruh dengan pendapatan tak seberapa. Saat ini May numpang tinggal di rumah neneknya.

Hampir tertipu calo Ari Asihtiani sempat menceritakan, pada tahun 2018, mereka sudah berobat ke Poli Bedah anak RS Hasan Sadikin Bandung dan disarankan agar segera dilakukan operasi kelamin perempuan.

Di saat  berobat itulah mereka ditawari oleh seseorang yang mengatasnamakan dari pihak RS Hasan Sadikin dan meminta uang Rp. 4 juta untuk mengurus jadwal operasi di RS Hasan Sadikin Bandung.

“Katanya agar lebih cepat dan lebih awal, namun begitu di cek ternyata yang meminta uang adalah calo dan bukan karyawan Rumah Sakit dan sampai saat ini tidak ada panggilan untuk operasi lebih awal,” kenangnya.

Berdasarkan informasi dan survey biaya yang telah dilakukan tim medis Banjarnegara, untuk operasi kelainan kelamin tersebut membutuhkan biaya sekitar Rp. 350 juta. Sementara biaya makan untuk satu orang sekitar Rp. 30 ribu, dan kamar ditaksir Rp. 850 ribu setiap harinya di Bandung. Untuk operasi sampai 3 tahap dengan melibatkan berbagai disiplin ilmu dari Nurologi, bedah tulang, dan bedah anak. (mujiprast).

Wisata

Pariwisata di banjarnegara
Pariwisata
Banjarnegara

Perkebunan

POHON KARET
Perkebunan &
Kehutanan

Pertanian

Potensi
Pertanian

Industri

Potensi Perindustrian di Banjarnegara
Potensi
Industri

Pertambangan

Potensoi Pertambangan
Potensi
Pertambangan