Wed10232019

Last updateTue, 22 Oct 2019 9am

Video Banjarnegara

Back You are here: Home Berita Sosial Budaya Bupati Budhi Sarwono Kembali Kunjungi Panti Pamardi Raharjo

Bupati Budhi Sarwono Kembali Kunjungi Panti Pamardi Raharjo

BANJARNEGARA – Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono kembali mengunjungi Panti Rehabilitasi Sosial Pamardi Raharjo, Pucang, Banjarnegara, Selasa (2/7/2019). Kunjungan Budhi antara lain ingin mengetahui kondisi Lina Listiana (16 th), warga Desa Prigi Kecamatan Sigaluh, penderita gangguan psikotik yang beberapa waktu lalu sempat dirujuk ke RSJ dr Soerojo Magelang. Kini, Lina, sudah diasuh di panti tersebut, sekembalinya berobat di Magelang.

 

Setibanya di Panti Pamardi Raharjo, Bupati beserta tim dari Dinsos, Dinkes, dan Jamkesda langsung menemui Lina, didampingi pengurus Panti. Gadis remaja tersebut tampak sangat gembira. Diminumnya susu kemasan yang diberikan bupati kepadanya. 

“Terima kasih Pak Bupati,” ucapnya gembira dan menyapa bupati beserta rombongan, sambil mengeja nama-nama yang diingatnya.

Tawanya membuncah ketika Bupati membuka pintu kamarnya dan mengajak jalan-jalan di sekitar kompleks panti. Lina didampingi sang ayah, Ratman, kakek dan saudara-saudaranya.

Menurut Suhartanto, salah satu pengasuh panti, Lina baru tiba dari Magelang pada Senin Malam tanggal 2 Juli. Setelah sekitar 20 hari berobat di RSD dr Soerojo Magelang, pihak Rumah Sakit merujuk ke Panti Pamardi Raharjo Banjarnegara.

“Insya Allah sudah ada kemajuan, dalam minggu ini yang bersangkutan juga akan menjalani pemeriksaan di RS Emanuel Klampok,” kata Suhartanto.

Pada kesempatan itu, kepada pegawai panti dan rombongan, Bupati  mengatakan, bahwa pelayanan kesejahteraan sosial merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat. Hal itu disampaikan Budhi saat mengunjungi 

“Pemerintah disini artinya luas. Bisa Kabupaten, Provinsi maupun pusat. Dan perlu saya tekankan di sini, seluruh dinas dan unit kerja harus nyekrup, harus sinergi, tidak boleh ego sektoral,” kata Budhi.

“Jadi laporan dari masyarakat jika ada saudara-saudara kita yang seperti ini, bisa lewat dinas mana saja, bisa lewat siapa saja. Semua harus ikut peduli, ayo bersama ciptakan Banjarnegara yang bermartabat dan sejahtera,” ajak bupati.

Tanggung jawab dan kerja sama yang dimaksud bupati, diartikan bahwa pemerintah siap menyediakan sarana dan anggaran, sementara masyarakat berpartisipasi dengan rasa kepedulian dan juga perhatian kepada para penyandang masalah kesejahteraan sosial. Ini yang saya maksud kerja sama. 

“Kepedulian dan perhatian yang dimaksud hendaknya jangan pandang bulu. Siapapun orangnya dan darimana dia berasal,” imbuhnya.

Bupati dan rombongan berkeliling meninjau setiap ruangan atau kamar, dapur, kamar mandi, dan berbagai fasilitas seperti kendaraan. Bupati juga berinteraksi dengan penghuni panti dengan akrabnya. Pada kesempatan itu bupati mengucapkan terima kasih karena pihak pengelola panti terus meningkatkan fasilitas agar penghuni lebih nyaman. 

Sementara itu Kepala, Fatmawati SE, kepala Panti Sosial Pamardi Raharjo, menerangkan, sebagai rumah panti pelayanan, Pamardi Raharjo diperuntukkan sebagai penampung para penyandang masalah sosial atau PMKS, seperti : pengemis, gelandangan, orang terlantar, juga kenakalan remaja dan wanita tuna susila. Pamardi Raharjo sekarang berubah menjadi panti pelayanan sosial sesuai Pergub nomor 31 tahun 2018 dan mulai berlaku sejak Januari 2019.

“Di panti ini melayani 50 penyandang masalah PMKS, panti sosial ini siap membina mereka. Betul kata Pak Bupati, kita tak pernah memandang asal mereka dari mana. Yang pernah singgah di panti ini, juga orang dari luar daerah Banjarnegara,” katanya.

Untuk fasilitas Panti Pamardi Raharjo hingga kini telah memiliki 18 ruangan atau kamar dan 2 ruang isolasi. “Ada penambahan beberapa ruang, fasilitas juga kita tingkatkan terus seperti kamar mandi dan ketersediaan air bersih,” imbuh Fatmawati.

Kalau kamar untuk menampung PGOT, sementara untuk tuna susila ditampung di ruangan isolasi. Untuk ruang isolasi bisa menampung 20 orang,” terangnya, “Disini mereka dirawat, dibina, diobati, dan diberi ketrampilan. 

Dari Korban Trafficking Hingga Depresi Karena Ujian Skripsi.

Fatmawati menjelaskan, bahwa penyelenggaraan kesejahteraan sosial diprioritaskan kepada mereka yang memiliki kriteria masalah sosial, antara lain kemiskinan; keterlantaran; kecacatan; keterpencilan; ketunaan sosial dan penyimpangan perilaku; korban bencana; atau korban tindak kekerasan, eksploitasi dan diskriminasi.

Untuk penghuni saat ini beragam. Dari korban trafficking (disinyalir korban akan dijual ke rumah bordir), korban pemasungan dan pengasingan keluarga, anak dan orang tua terlantar, hingga mahasiswa yang depresi karena menghadapi skripsi.

“Dia mahasiswa dari kampus ternama, namun ketika mengerjakan skripsi sampai bab tiga, yang bersangkutan mengalami depresi,” kisahnya.

Panti Pamardi Raharjo, imbuhnya, bertujuan untuk memberikan kesejahteraan sosial penerima manfaat, guna meningkatkan taraf kesejahteraan, kualitas, dan kelangsungan hidup; serta memulihkan fungsi sosial dalam rangka mencapai kemandirian. 

Salah seorang binaan, Rini, mengaku sangat senang dengan kegiatan Panti Pamardi Raharjo. “Disini saya benar-benar mendapat tempat berteduh, dilayani dan diberi ketrampilan membuat kerajinan jadi bisa menghasilkan,” ujarnya. (mujiprast).

Wisata

Pariwisata di banjarnegara
Pariwisata
Banjarnegara

Perkebunan

POHON KARET
Perkebunan &
Kehutanan

Pertanian

Potensi
Pertanian

Industri

Potensi Perindustrian di Banjarnegara
Potensi
Industri

Pertambangan

Potensoi Pertambangan
Potensi
Pertambangan