Yang Unik dari Penghobi Sepeda : Melanglang Buana Bareng “Inul”

BANJARNEGARA – Di kisaran tahun 2003-2007 an, siapa sih yang tak kenal Inul Daratista dengan goyang Ngebornya yang bikin heboh. Goyangan dangdut dengan cirri khas putaran pantat Inul laksana bor yang tengah menembus bumi. Selain mendatangkan rejeki bagi penyanyinya, Goyang ngebor juga mendatangkan reaksi pro juga kontra. Bahkan, pada masa itu sempat memunculkan reaksi keras dari Raja Dangdut Rhoma Irama.
Namun bagi Muhamad Anwar (47 th), penggemar olah raga gowes dari kota dawet ayu Banjarnegara segala kontroversi goyang ngebor Inul Daratista tersebut dipahaminya secara sederhana.

Dirinya tidak dipusingkan dengan segala perdebatan atau adu wacana di Koran ataupun televisi. Urusannya telah selesai saat pertama kali nonton goyang ngebor dan dirinya menyukainya.
“Namanya saja hiburan mas. Kalau suka ya ditonton kalau ndak suka ya sudah. Yang penting jangan mengolok-ngolok” kata lelaki yang berprofesi sebagai Tukang becak di Pasar Kota Banjarnegara beberapa waktu lalu.
 Apalagi kesukaanya pada Inul dan goyang ngebor tersebut telah memberinya inspirasi untuk membuat sebuah sepeda unik. Kreasi sepeda yang terinspirasi sepeda milik teman semasa sekolah di SD ini menggabungkan dua sepeda jenis Wim Cycle buatan tahun 1996 dijadikan satu. Komponen ini masih ditambah porek dari sepeda MTB.
“Berbeda dengan sepeda pada umumnya, kendali sepeda Inul ini terletak pada tempat duduk pengemudi dengan cara menggoyang ke kanan atau ke kiri. Karena itulah nama sepeda ini Inul. Sebab saat mengemudi mirip goyang ngebor Inul” katanya.
Karena keunikannya, sepeda yang dibuat pada tahun 2007 sering menjadi pusat perhatian saat mengikuti kegiatan Gowes pecinta sepeda Banjarnegara atau di luar kota.
“Sudah banyak yang naksir mas, tapi belum saya lepas. Masih sayang
Meski kreasinya minimalis alias menggunakan biaya dan komponen serba minimal, kata Anwar yang tergabung dalam organisasi klub sepeda Jagaraga ini, namun Inul ini telah melanglang buana ke sejumlah kota. Dari kegiatannya ini, lanjutnya, sejumlah hadiah lomba pernah diraihnya.
“Inul pernah ikut lomba gowes di Yogyakarta, Magelang, Temanggung, Purwokerto, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara. Dari semua lomba itu, Inul pernah meraih kejuaraan di Temanggung dan Purbalingga” katanya. (**--eko br)

 

 

 

новинки кинематографа
Машинная вышивка, программа для вышивания, Разработка макета в вышивальной программе, Авторский дизайн