Kecamatan Kota Juara Festival Dolanan Anak

 BANJARNEGARA-Kecamatan Banjarnegara atau Kecamatan Kota menjadi yang terbaik dalam  festival dolanan anak, Kecamatan Banjarnegara yang menampilkan keceriaaan anak saat bermain dolanan tradisional  mempunyai nilai tinggi. Kecamatan Susukan yang menampilkan cerita Panagan menjadi terbaik kedua, dan Kecamatan Punggelan yang menampilkan dolanan anak dakonan, sudah mandar dan Jonjang menjadi terbaik ketiga.
Kepala Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata  Banjarnegara Aziz Achmad mengatakan salah satu kekayaan budaya yang masih hidup tetapi sudah mulai ditinggalkan generasi muda adalah dolanan anak, sehingga Pemkab Banjarnegara merasa wajib untuk melestarikannya.

“Dolanan anak yang pernah berkembang dan yang masih ada bisa juga dimanfaakan sebagai media pembelajaran karena memiliki nilai-nilai positif seperti nilai sportifitas, kebersamaan, kejujuran dan saling menghargai,”kata Aziz saat memberikan laporan pada acara festival dolanan anak Banjarnegara di Pendopo Sabtu (15/11) kemarin.

Aziz menambahkan Festival dolanan anak dimaksudkan sebagai upaya untuk menyelamatkan, melestarikan dan memanfaatkan berbagai dolanan anak yang ada di Banjarnegara. Festival ini juga sebagai media untuk mengenalkan berbagai dolanan anak yang pernah ada dan masih berkembang di masyarakat.

“Melalui festival ini juga untuk mengurangi pengaruh negatif terhadap budaya asing yang melanda di berbagai aspek kehidupan, serta untuk mengembangkan kreatifitas dengan memanfaatkan dolanan anak sebagai media pembelajaran,” lanjut Aziz.

Bupati Banjarnegara Sutedjo Slamet Utomo pada pembukaan fastival mengatakan pelestarian tradisional dolanan anak tidak hanya pada generasi muda saja, yang tak kalah pentingnya juga para pelajar harus mengerti dan ikut melestarikan dolanan anak dengan cara memberikan atau membagi pengetahuan dengan siswa didiknya.

“Kita mesti bersyukur saat ini masih banyak anak-anak kita yang mengerti dan memahami dolanan anak tradisional,” kata Sutedjo.

Menurutnya saat ini dolanan anak semakin lama ditinggalkan oleh generasi muda dan kalah bersaing dengan permainan modern. Kondisi ini sangat memperihatinkan mengingat pada dolanan anak sebenarnya memiliki nilai-nilai dan ajaran yang luhur.

“Kepada generasi muda yang mengenal dolanan anak tradisional bisa memberikan pemahaman akan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya yang pada saatnya nanti akan berguna bagi kehidupan di masa mendatang,” lanjut Sutedjo.

Terpisah Ketua Dewan Kesenian Banjarnegara Otong Tjundaroso mendukung festival dolanan tersebut sebagai media untuk menggali budaya lokal seperti dolanan anak. Dalam hal ini pihak Kecamatan dan UPT dindikpora Kecamatan berperan aktif untuk ikut menggali cerita dan dolanan anak yang ada di wilayahnya.

“Bila perlu setiap Kecamatan menggelar dulu festival dolanan antar desa, juaranya mewakili Kecamatan di tingkat Kabupaten, apalagi sekarang kita memiliki balai budaya yang bisa digunakan untuk menggelar evet-event budaya,”kata Tjundaroso.

Festival dolanan anak Banjarnegara diikuti oleh 20 group perwakilan dari masing-masing Kecamatan.(**anhar)

 

 

 

новинки кинематографа
Машинная вышивка, программа для вышивания, Разработка макета в вышивальной программе, Авторский дизайн