Sat08242019

Last updateFri, 23 Aug 2019 7am

Video Banjarnegara

Back You are here: Home Berita Umum Khofifah, Jumlah Pengungsi dan Kebutuhan Harus Di Update

Khofifah, Jumlah Pengungsi dan Kebutuhan Harus Di Update

BANJARNEGARA- Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa  Minggu (14/12) kemarin mengunjungi  lokasi bencana tanah longsor di Dukuh Jemblung Desa Sampang Kecamatan Karangkobar. Khofifah  juga mengunjungi Puskesmas tempat korban luka longsor dirawat serta mengunjungi  beberapa dapur umum dan tempat pengungsian di beberapa titik di sekitar lokasi bencana longsor.
Di Puskesmas Karangkobar Khofifah menemui beberapa korban bencana, salah satunya khotimah yang sedang hamil sembilan bulan. Meski rumahnya masih utuh namun seluruh keluarganya meninggal dan hanya meninggalkan adiknya.

Khofifah meminta agar data pengungsi setiap hari harus di update. Hal tersebut dimaksudkan untuk memudahkan assesmen bagi pengungsi untuk mendapatkan bantuan mendasar yang diperlukan  anak-anak dan orang tua.

Konsentrasi pengungsi dan penambahan jumlah bantuan harus selalu update, hal tesebut harus selalu dipantau perkembanganya, “PMI nanti akan membantu  mengatur sambil  menunggu proses evakuasi yang saat ini terus dilakukan,” kata Khofifah.

Dan pada saat yang sama juga harus  disiapkan untuk hunian sementara (Huntara) terutama bagi rumah yang tertimbun, sehingga  pasca evakuasi mereka mendapatkan tempat untuk berlindung. Menurut informasi  huntara saat ini sedang di cari lokasi yang paling tepat, selain itu huntara juga harus siap dengan isinya, secara detail  karena ini menyangkut kebutuhan hidup korban atau pengungsi.

“Opsi huntara memang akan menjadi signifikan, karena pasca evakuasi pasti mereka sudah akan masuk pada kehidupan masing-masing, pekerjaan, anak-anak yang harus sekolah, jadi huntara akan menjadi  penting untuk segera disiapkan, terkait tempat tentunya pemerintah daerah yang akan mengaturnya, yang penting lokasi itu aman,” lanjut Khofifah.

Bantuan yang lain adalah layanan kesehatan, karena biasanya dalam kondisi seperti ini akan muncul penyakit seperti ispa, gatal-gatal dan krisis sanitasi dan air bersih. “Kesehatan harus diutamakan dan logistikpun  tidak boleh kurang dan kebutuhan lainnya harus di akses terus supaya mereka  terpenuhi kebutuhan dasarnya .

Terkait kendala logistik, khofifah mengakui memang selalu ada kendala dimasa-masa awal, namun hal itu pasti akan teratasi dengan selalu update pengungsi dan kebutuhan. Masa tanggap darurat ini menjadi sangat penting mengingat kebutuhan dapur umum yang ada berada di Desa Ambal dan di posko Perhutani Kecamatan Karangkobar.

”Saya dapat informasi  ada beberapa titik yang membutuhkan dapur umum lagi, untuk itu kita akan melakukan asessmen lagi atau alternatif lain yaitu mengirimkan distribusi makanan dalam bentuk nasi bungkus dari dapur umum terdekat, jadi setiap hari konsolidasinya harus selalu terpantau,” tambah Khofifah.

Kepada ahli waris Kemensos memberikan santuan takziah  bagi korban meninggal yang ada, mereka akan mendapatkan  5 juta per perjiwa  sesuai standart Kemensos

Wakil Bupati Banjarnegara  Hadi Supeno mengatakan persolaan penanganan bencana tidak hanya soal logistik semata, namun persoalan  akan muncul bagi mereka yang selamat. Mereka yang  harus melanjutkan aktitasnya kembali terutama mereka yang rumahnya tertimbun.

“Mereka tentunya akan mendapatkan ganti rumah, namun sebelum menempati rumah baru setelah ini juga harus dipikirkan soal hunian sementara dulu.

“Pelan-pelan saya  sudah koordinasikan dengan Bupati dan ahli geologi untuk  menentukan lokasi sementara dan relokasi yang lebih aman tentunya. Meski hal itu juga tidak mudah, karena biasanya pengungsi meminta lokasi relokasi yang tidak jauh dari tempat kerjanya,” kata Hadi Supeno. (**Anhar)

 

 

 

Wisata

Pariwisata di banjarnegara
Pariwisata
Banjarnegara

Perkebunan

POHON KARET
Perkebunan &
Kehutanan

Pertanian

Potensi
Pertanian

Industri

Potensi Perindustrian di Banjarnegara
Potensi
Industri

Pertambangan

Potensoi Pertambangan
Potensi
Pertambangan