Penyelenggaraan Festival Serayu 2015 di Paparkan

 BANJARNEGARA- Persiapan penyelenggaraan festival serayu 2015 yang di kemas dalam acara Coffe Morning Rabu (18/1) digelar di Pendopo Dipayudha Adigraha. Berbagai persiapan di paparkan demi suksesnya acara yang diharapkan mampu menyedot ratusan ribu wisatawan tersebut.

Dalam coffe morning tersebut juga dikenalkan mascot dan logo festival serayu 2015. Untuk logo yang bertuliskan festival serayu  Banjarnegara 2015 yang mempunyai 4 warna mengandung makna yang berbeda. Sedangkan Tipe huruf Creampuff pada teks Festival Serayu memberikan kesan elegan, kokoh, bersahabat dan klasik (perlambang tetap melestarikan tradisi dan budaya yang ada).

Sedangkan warna biru merefleksikan air  atau sungai membawa konsep merawat air atau sungai untuk kelangsungan peradaban.

Tulisan festival serayu Banjarnegara 2015 yang mempunyai empat warna mengandung berbagai makna, Book Antiqua pada teks Banjarnegara 2015 memberikan kesan friendly, ramah, welcome dan modern.

“Warna hijau pada tulisan Banjarnegara menegaskan bahwa kebijakan pembangunan  Banjarnegara adalah melestarikan alam sedangkan warna orange pada tulisan 2015 merepresentasikan semangat, sedangkan warna merah melambangkan keberanian, tekad yang membara,” kata Kepala Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Aziz Ahmad saat memaparkan makna mascot dan logo Festival serayu 2015.

Sedangkan mascot Festival serayu tahun 2015 sendiri bergambar Bima sedang menaiki perahu diatas sungai serayu. Maskot yang ditampilkan kali ini juga mengandung berbagai makna dan arti.

Pemilihan tokoh bima menjadi maskot Festival Serayu diangkat dari mitologi sejarah sungai serayu dan juga karena ketokohan Bima. “Bima yang digambarkan tersenyum menatap kedepan, merepretasikan masyarakat Banjarnegara yang ramah  optimis, pantang menyerah,” lanjut Aziz

Sedangkan Motif relung ombak, berbentuk  daun berirama merupakan representasi dari masyarakat Banjarnegara yg dinamis, bergerak maju dan optimis menghadapi tantangan, namun tetap mempertahankan nilai budaya.

“Dalam mascot tersebut juga terdapat gambar gunung berwarna hijau. Background gunung menggambarkan alam Banjarnegara yang berada di wilayah pegunungan. Warna hijau melambangkan menjaga dan merawat kelestarian alam,” jelasnya

Untuk setiap event, maskotnya juga berbeda yaitu tokoh bima dalam berbagai aktifitas kegiatan FSB 2015. FSB 2015 nantinya juga  akan menyajikan berbagai event yaitu serayu exspo pada tanggal 26 hingga 29 Agustus, di Stadion Soemitro Kolopaking, Banjar Banjir Dawet tanggal 26 Agustus di Stadion Soemitro Kolopaking, Banjarnegara bersholawat 27 Agustus di Alun-Alun Kota Banjarnegara

Yang berbeda dari FSB yang pertama adalah diadakannya kongres sungai Indonesia (KSI) pada tanggal 26 hingga 29 Agustus di Balai Budaya Banjarnegara. Kongres sungai ini berskala nasional dan akan diadakan juga mancing mania dalam kegiatan KSI.

Parade budaya sebagai salah satu rangkaian FSB 2015 akan menampilkan berbagai atraksi budaya Banjarnegara. Parade budaya menjadi agenda rutin tahunan sebagai upaya melestarikan budaya asli Banjarnegara.

“Yang paling menarik wisatawan dari FSB pada tahun 2013 lalu adalah parak iwak yang mampu menyedot 150 ribu pengunjung. Parak iwak tahun 2015 diharapkan akan lebih semarak dengan persiapan yang lebih matang ,” tambahnya.

Sedangkan untuk menarik peminat fotografi, panitia juga mengadakan lomba foto nasional dalam rangka festival serayu. Para penggila foto dari berbagai daerah diharapkan hadir dalam event tersebut. “Obyek yang akan menjadi penilaian adalah rangkaian kegiatan yang ada dalam festival serayu Banjarnegara 2015,” kata Tien Sumarwati penanggung jawab event lomba foto nasional Festival Serayu Banjarnegara 2015

Wakil Bupati pada kesempatan tersebut meminta kepada semua panitia untuk mempersiapkan semuanya mengingat pengunjung yang akan  hadir nantinya tidak hanya wisatawan lokal namun datang dari berbagai daerah di Indonesia, terutama dalam kongres sungai Indonesia.

“Selain membawa dampak positif dibidang pariwisata, Festival serayu juga akan memberikan pendidikan kepada masyarakat tentang konservasi, merawat sungai. FSB nantinya juga akan mendongkrak perekonomian Banjarnegara terutama dari evet expo,” kata Hadi Supeno. (**anhar)

 

 

 

 

новинки кинематографа
Машинная вышивка, программа для вышивания, Разработка макета в вышивальной программе, Авторский дизайн