Fri09202019

Last updateFri, 20 Sep 2019 8am

Video Banjarnegara

Back You are here: Home Berita Umum

sosial budaya

Pariwisata, butuh Banyak Event

 BANJARNEGARA – Pariwisata tanpa event akan dianggap sambil lalu. Karena itu dibutuhkan kreativitas dan kesetiaan dari penyelenggara pariwisata untuk menghidupinya.  Demikian disampaikan oleh Wabup Drs. Hadi Supeno, M. Si., Kamis (20/03) di hadapan peserta kegiatan Koordinasi Bidang Pariwisata di Gedung Korpri.

Read more: Pariwisata, butuh Banyak Event

Marak, Kampanye Berkedok Pengajian

 BANJARNEGARA – Saat ini ditengarai banyak caleg memanfaatkan pengajian sebagai ajang kampanye. Sampai-sampai mereka yang selama ini tidak pernah mempunyai riwayat ikut pengajian pun di masa Pemilu ini tampil menjadi penyelenggara kegiatan pengajian di rumahnya. Tujuan satu, agar aktivitas para Caleg tidak terlihat sebagai kampanye.

Read more: Marak, Kampanye Berkedok Pengajian

Uniknya Nama-Nama Durian Dirun

Uniknya Nama-Nama Durian Dirun
(BANJARNEGARA) – Festival Durian Dirun memang sudah berlalu beberapa waktu lalu. Namun sejumlah hal unik dari kegiatan tersebut masih sayang untuk ditinggalkan. Salah satu diantaranya adalah setiap durian yang diikutkan Festival tersebut mempunyai nama sendiri-sendiri dan arti serta makna sendiri-sendiri juga. Demikian dijelaskan oleh Ketua Panitia Trisno Winoto, beberapa waktu lalu di tengah-tengah kegiatan Festival.
“Nama-nama tersebut diberikan oleh masing-masing pemilik berdasarkan cirri khas dari durian miliknya. Nama yang beda-beda tersebut menunjukan juga perbedaan varietas duriannya. Jadi dengan jumlah peserta 69 itu mengartikan ada 69 jenis varietas durian juga” katanya.
Misalnya, lanjutnya, nama Durian Denan. Denan, lanjutnya, merupakan kependekan Nek disigar nGedene Tenanan yang dalam bahasa Indonesia mengartikan kalau dibuka durian Denan ini harus dilakukan dengan sekuat tenaga. Durian Rita, kata Trisno, mengartikan Ri-nya Rata. Itu berarti, sambungnya, durian jensi ini memiliki duri dikulitnya Rata tidak tajam-tajam.
“Nama durian unik pun ada seperti nama Durian KPK. Nama ini berarti jenis durian ini isinya Kandel Pulen Tur Kuning” katanya.
Nama-nama durian unik lainnya seperti durian Godril, Botol,  Si Manis, Wur Kok, Sidar, Sekar Sari, kawula Alit, Lebuh, Mangklung, Cringih, Dewuk, Mrasal, Bentut, Dokar, Sengkut, Pokil, Ponk She, Pondil, Ginak, Panggal, Sarinti, Blimbing, Bodong, Ceking,  Bawuk, dan seterusnya. Kadang nama tersebut terdengar aneh dan terkesan semaunya sendiri, tapi paling tidak nama tersebut memiliki sejarahnya masing-masing.
“Barangkali saat pertama kali mendengar nama durian Bawuk orang akan tertawa kecil karena kesannya yang jorok. Padahal durian Bawuk ini merupakan pemenang nomor dua tingkat Jateng pada saat kegiatan Festival Durian di Tingkat Provinsi. Nama Bawuk sendiri berasal dari nama pemiliknya H. Bawuk” katanya.
Kasi Holtikultura pada Dinas Pertanian Ir. Suparji menyebutkan nama-nama itu sekedar pemberian petani untuk memberi tanda. Kalau untuk varietas, lanjutnya, di Banjarnegara ini ada lebih dari 200 varietas durian local. Beberapa diantaranya, lanjutnya, muncul menjadi durian local yang menjadi klangenan tidak saja warga Banjarnegara namun juga luar kota seperti nama durian Si Mimang, dari Kecmatan Madukara, dan Durian Kamun dari Bondolharjo, Kecamatan Wanadadi.
“Durian Si Mimang ini merupakan satu-satunya durian local yang pernah meraih juara dua tingkat Nasional. Si Mimang ini juga merupakan durian local yang sudah kita lepas. Seperti mematenkan durian. Artinya kalau ada orang lain mau mengambil bibitnya, harus seijin terlebih dahulu dari Pemkab. Kalaupun nanti ditemukan varietas sama di tempat lain dan terbukti bibitnya mengambil dari Banjarnegara akan disebut illegal” katanya.
Untuk dapat penilian dilepas ini, lanjutnya, dibutuhkan syarat tertentu yaitu paling tidak pohonnya sudah berusia tiga tahun, berbuah tiga kali dan rasanya tetap, dan seterusnya. Penilaian akan dilakukan oleh petugas pengawasan benih dari Balai Penelitian Buah di Sumatra yang akan datang langsung untuk menilai buahnya. Jadi tidak ringan.
“Sebetulnya kita punya durian unggulan lain yaitu Kamun. Namun pemiliknya tidak berkenan untuk dilepas” katanya.
Wakil Bupati Drs. Hadi Supeno, M. Si., menyatakan Banjarnegara kaya akan varietas durian local. Tidak saja banyak, lanjutnya, namun rasa, bentuk, warna, kesan saat menikmati masing-masing durian juga berbeda-beda.
“Ada yang manis, warna kuning, dengan biji tebal. Ada juga yang manis, warna kuning, dengan biji kecil. Ada pula yang rasanya pahit, legit, namun ada juga yang manis tapi ada pahitnya. Ada yang tipis, ada yang kandel. Silahkan saja bagi peminat durian pilih sesuai kesukaan” katanya setengah berpromosi.
Perbedaan wilayah dan perbedaan rasa, lanjutnya, ini melahirkan sensasi sendiri bagi penikmat durian. Bila dikelola dengan professional, lanjutnya, keuntungan yang lahir dari kekayaan alam Banjarnegara ini bisa diolah menjadi potensi pariwisata.
“Bila ingin makan durian dengan rasa manis, legit, namun ada pahitnya sedikit maka penikmat durian silahkan berkunjung ke Madukara. Bila ingin menikmati rasa manis, punel, mantap, silahkan datang ke Wanadadi. Bila ingin menikmati rasa yang lain maka ke Singomerto, dan seterusnya. Kekhasan rasa durian ini bisa kita jual sebagai bagian dari ikon pariwisata” katanya. (**--eko br)

Nekatnya Pengusaha Karaoke

 (BANJARNEGARA) – Nekat juga para pengusaha Karaoke di Banjarnegara, sebab ijin karaoke yang ada di Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu (KP2T) hanya 15, namun di lapangan kenyataannya ada 28 tempat usaha karaoke. Hal tersebut terungkap dari laporan Kepala Bidang Pendapatan pada Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Asset Daerah Anang Susanto, SS. TPn pada Rapat mengenai Perkembangan Investasi di Ruang Rapat Wakil Bupati, Rabu (12/03).

Read more: Nekatnya Pengusaha Karaoke

Durian Angkat Kesejahteraan Warga Kampung Dirun

 (BANJARNEGARA) -  Kampung Dirun semula hanyalah nama kampong biasa seperti halnya kampong-kampung lainnya. Namun semenjak durian dari kampong Dirun melegenda, nama kampong Dirun senantiasa dibicarakan kalangan penggemar durian saat musim durian tiba.

Read more: Durian Angkat Kesejahteraan Warga Kampung Dirun

69 Jenis Durian Ndirun Dipamerkan Dan Dilelang

 BANJARNEGARA- Sebanyak 69 jenis durian Dusun Ndirun di pamerkan dan dilelang pada acara Festival Durian Ndirun di Dusun Ndirun Desa Singamerta Kecamatan Sigaluh Kamis (13/3). Durian yang di lelang langsung oleh Wakil Bupati Banjarnegara Hadi Supeno tersebut di lelang dari harga 75 ribu hingga tertinggi di lelang dengan harga 250 ribu.

Read more: 69 Jenis Durian Ndirun Dipamerkan Dan Dilelang

Budayakan Hidup Bergotong Royong

Budayakan Hidup Bergotong Royong
 BANJARNEGARA-Salah satu cirri khas masyarakat desa jaman dahulu adalah hidup bergotong royong, budaya itu terlihat pada masyarakat desa saa mereka bergotong royong memperbaiki rumah warga lainnya atau dalam istilah jawa mayu, membersihkan jalan dan mebangun fasilitas umum masih menerapkan budaya gotong royong. Budaya tersebut kini masih di lakukan oleh Desa Madukara Kecamatan Madukara.

Read more: Budayakan Hidup Bergotong Royong

Warga Desa Madukara Swadaya Bangun Masjid Representatif

Warga Desa Madukara Swadaya Bangun Masjid Representatif
  BANJARNEGARA-Budaya gotong royong kini mulai luntur di tengah pesetnya  zaman,  namun budaya itu tak berlaku bagi masyarakat Desa Madukara Kecamatan Madukara. Mulai bersih desa hingga gotong royong membangun rumah warga juga masih kental ada di desa tersebut. jiwa gotong royong itu juga akhirnya di Desa Madukara berdiri sebuah masjid yang representatif hasil gotong royong warga.

Read more: Warga Desa Madukara Swadaya Bangun Masjid Representatif

Wisata

Pariwisata di banjarnegara
Pariwisata
Banjarnegara

Perkebunan

POHON KARET
Perkebunan &
Kehutanan

Pertanian

Potensi
Pertanian

Industri

Potensi Perindustrian di Banjarnegara
Potensi
Industri

Pertambangan

Potensoi Pertambangan
Potensi
Pertambangan