Mon07222019

Last updateMon, 22 Jul 2019 8am

Video Banjarnegara

Back You are here: Home Berita Umum

sosial budaya

Musisi Keroncong Galang Dana Bencana

 

 

 

Musisi Keroncong Galang Dana Bencana
(BANJARNEGARA) – Bencana alam yang kerap terjadi di negeri ini rupanya melahirkan keprihatinan banyak pihak. Termasuk diantaranya sejumlah musisi muda keroncong Banjarnegara yang tergabung dalam Orkes Keroncong Sinten Sing Teyeng Marai (SSTM). Bermitra dengan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Banjarnegara, selama satu minggu dari akhir pebruari hingga awal maret mereka menyelenggaraan aksi sosial untuk korban bencana Gunung Kelud di seputaran alun-alun kota Banjarnegara.

Read more: Musisi Keroncong Galang Dana Bencana

Petani Kayu Di Bantu 200 Bibit Albasia

 

 

 

Petani Kayu Di Bantu 200 Bibit Albasia
BANJARNEGARA-Sebegai bentuk kepedulian pengusaha kayu kepada petani kayu di Banjarnegara  PT. Lestari Rimba Buana Magelang dan UD Berkah Rizky memberikan bantuan berupa 200 ribu bibit albasia kepada petani di Banjarnegara bantuan di berikan secara simbolis  Manager produksi  PT. Lestari Rimba Buana Budi Santoso kepada Kepala Dinas Kehutanan Dan Perkebunan Nurudin di Serayu Park Banjarnegara Rabu (5/3).

Read more: Petani Kayu Di Bantu 200 Bibit Albasia

Warga Kecamatan Sigaluh Kerja Bakti Massal


BANJARNEGARA-Untuk meningkatkan kepedulian terhadap fasilitas pemerintah terutama fasilitas jalan, Jum’at (21/2) diadakan kerja bakti masal warga di semua desa di Kecamatan Sigaluh. Kerja bakti di pusatkan di saluran-saluran air yang berdekatan dengan  jalan-jalan besar dan jalan kabupaten.

Read more: Warga Kecamatan Sigaluh Kerja Bakti Massal

Melalui BAZ, Diharapkan Angka Kemiskinan Berkurang

BANJARNEGARA-Meskipun angka kemiskinan di Banjarnegara  sudah berkurang, namun pemerintah daerah Banjarnegara terus berupaya agar angka kemiskinan menurun setiap tahunnya. Salah satu upaya dalam rangka mengentaskan kemiskinan adalah melalui Badan Amil Zakat (BAZ) Banjarnegara.

Read more: Melalui BAZ, Diharapkan Angka Kemiskinan Berkurang

Masalah Orang Terlantar yang masih menggantung

(BANJARNEGARA) – Penanganan Orang Terlantar yang masuk dalam kategori Pengemis, Gelandangan, Orang Terlantar (PGOT) diakui sampai kini masih belum jelas. Masalah ini kentara muncul, terutama sekali saat ada orang terlantar khususnya orang gila yang mengalami sakit dan kecelakaan. Demikian disampaikan oleh Wakil Bupati Drs. Hadi Supeno, M. Si., Selasa (11/02) saat Jumpa Pers Bupati Wakil Bupati bersama awak media di RM Sudoroso, Purwonegoro.

“Pihak Dinsosnakertrans semangat mengantar, RSUD siap melayani. Namun giliran membayar tagihan perawatan, Dinsosnakertrans mengalami kesulitan karena ketiadaan anggaran” katanya.

Orang terlantar ini, lanjutnya, adalah salah satu kelemahan yang masih ada dalam pelaksanaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Mereka belum terkover dalam pelaksanaan dalam system Jaminan Sosial BPJS Kesehatan sekarang ini. 

“Membebankan itu semua pada Jamkesda saya rasa daerah tidak mampu. Salah satu alasan kita adalah kesulitan dalam penganggaran. Jumlah orang terlantar khususnya orang gila ini senantiasa berubah-ubah karena salah satu pola penanganannya adalah ambil dan buang ke wilayah lain. Sementara hal sama dilakukan oleh Kabupaten lain. Akibatnya jumlah orang gila sulit terdeteksi. Untuk mencari solusinya, butuh diskusi antar wilayah” katanya.

Berkait dengan masalah-masalah lain yang belum terkover oleh BPJS, lanjutnya, maka dirinya  menyarankan sejumlah stakeholder bidang kesehatan untuk membuat laporan masalah ini secara detil dan menyampaikanya kepada Menkes agar dapat dijadikan pertimbangan. Harapannya penyelenggaraan ke depan sudah ada perubahan.

“Harus diakui salah satu kunci dari kebingungan di lapangan adalah minimnya sosialisasi. Kalau pihak BPJS ke depannya penyelenggaraannya ingin berjalan lebih baik lagi maka kuncinya lakukan sosialisasi secara massif. Buat buku saku, baliho, leaflet, dan seterusnya. Jangan lupa, dikantor pelayanan langsung pasang SOP yang jelas terlihat, sehingga masyarakat yang datang jelas diinformasikan kemana arah pelayanan” katanya.

Menurut Kepala Dinsosnakertrans, Dwi Suryanto, S. Sos., pada tahun sebelumnya, penanganan terhadap orang terlantar penderita penyakit jiwa yang mengalami sakit atau kecelakaan relative mudah. Sebab dulu jamkesmas yang memungkinkan untuk pembiayaan hal seperti itu.

“Begitu ada kasus, pihaknya tinggal membuat klaim  dan dari klaim tersebut bisa untuk mengeluarkan biaya pengobatan dan perawatan di Panti-Panti Sosial” katanya.

Sekarang ini, lanjutnya, tidak memungkinkan sebab untuk mendapat layanan sosial kesehatan seseorang harus mempunyai kartu BPJS Kesehatan. Sementara syarat untuk memperolehnya harus mempunyai Nomor Induk Kependudukan (NIK).

“Nah ini bagaimana caranya. Wong ditanya saja enggak nyambung. Namanya siapa, asalnya mana, keluarganya siapa. Syukur jawab, banyak yang ditanya malah senyum-senyum sendiri” katanya.

Kepala RSUD Hj. Anna Lasamah Soemitro Kolopaking, dr. Junita, menyatakan belum lama ada pertemuan antar RSU di RS Karyadi Semarang dengan Menkes Nafsiah Mboi. Sejumlah masalah dalam penyelenggaraan BPJS Kesehatan dibahas dalam kegiatan ini. Salah satunya adalah masalah penanangan Orang Terlantar khususnya orang gila dan para penghuni Lapas.

“Menurut Menkes, sebelum ditemukan solusinya untuk sementara ini, orang gila diupayakan ditangani terlebih dahulu oleh Pemkab melalui Jamkesda. Sedangkan mengenai para penghuni Lapas menurut Menkes mereka harus mendaftar sendiri sebagaimana para anggota BJPS mandiri. Sebab mereka merupakan warga mampu, hanya saja sedang berada dalam masa tahanan” katanya. (**--eko br)

Perekonomian Warga Desa Kubang Meningkat Berkat Kopi Robusta

BANJARNEGARA-Perekonomian Warga Dusun Kecepit, Desa Kubang Kecamatan Wanayasa mulai terangkat, setelah mereka mampu memaksimalkan tanaman kopi robusta bantuan dari PT. Indonesia Power UBP Mrica melalui program CSR pada tahun 2009 lalu. Selain meningkatkan perekonomian warga. tanaman kopi di lahan seluas  seperempat hektar ini  sekaligus  sebagai penguat tanah agar tidak mudah longsor.

Read more: Perekonomian Warga Desa Kubang Meningkat Berkat Kopi Robusta

Pengembangan Industri Konveksi akan Dukung Batik Gumelem

(BANJARNEGARA) – Diitengarai, Produksi Batik Gumelem ke depan selain masih mempertahankan produk batik tulisnya, pengembangannya juga akan lebih berakselerasi dengan kemauan pasar. Kesimpulan ini muncul saat kunjungan Wakil Bupati Drs. Hadi Supeno, M. Si., beberapa waktu lalu di sentra industry kerajinan Batik Gumelem, di Susukan.

Read more: Pengembangan Industri Konveksi akan Dukung Batik Gumelem

SMKN 2 Bawang, Bersih-Bersih Kota

(BANJARNEGARA) – Di dalam rangka memperingati HUT ke 10, Jumat (24/01), civitas akademika SMK Negeri 2 Bawang, Banjarnegara melakukan aksi bersih-bersih kota.  Kegiatan dilaksanakan di 32 titik yang ada di seputaran kota.

Read more: SMKN 2 Bawang, Bersih-Bersih Kota

Wisata

Pariwisata di banjarnegara
Pariwisata
Banjarnegara

Perkebunan

POHON KARET
Perkebunan &
Kehutanan

Pertanian

Potensi
Pertanian

Industri

Potensi Perindustrian di Banjarnegara
Potensi
Industri

Pertambangan

Potensoi Pertambangan
Potensi
Pertambangan