SEREMONIA Khofifah Menghimbau Jumlah Pengungsi dan Kebutuhan Harus Di-update

SEREMONIA
Khofifah Menghimbau Jumlah Pengungsi
dan Kebutuhan Harus Di-update

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa  Minggu (14/12) mengunjungi  mengunjungi lokasi bencana tanah longsor di Dukuh Jemblung Desa Sampang Kecamatan Karangkobar. Khofifah  juga mengunjungi Puskesmas tempat korban luka longsor dirawat serta mengunjungi  beberapa dapur umum dan tempat pengungsian di beberapa titik di sekitar lokasi bencana longsor.
Bencana tanah longsor di Banjarnegara, Jawa Tengah, tidak hanya merenggut jiwa. Tapi, longsor tersebut juga meluluhlantakkan pemukiman penduduk di kawasan tersebut.
Untuk membantu korban longsor, Kementerian Sosial mendirikan posko pengungsian, dapur umum Tagana, Puskesmas Karang Kobar dan Media Center di Gedung PGRI Cabang Karang Kobar.
“Kemensos mengirim dua truk berisi paket bantuan logistik, satu untuk Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan satu truk lagi langsung ke Banjarnegara,” kata Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat mengunjungi dapur umum Tagana.
Selain itu, Mensos juga membantu membungkus makanan yang dimasak personel Tagana dan mencicipi tempe bacem. Dilanjutkan berdialog dengan para pengungsi di Posko pengungsian Perhutani Karang Kobar. “Kami terus berkoordinasi dengan berbagai lembaga terkait penanganan bencana longsor Banjarnegara yang sangat memprihatinkan ini, “ katanya.
Bagi para korban bencana, segera diberikan santunan Rp 5 juta per jiwa dan bagi korban luka-luka yang dirawat Rp 1 juta rupiah.
Data tempat dan lokasi tanah longsor, di Kecamatan Karang Kobar(100), Perhutani karang kobar(60) Balai Desa Karang Kobar(50), Rumah warga dekat Kecamatan(50), Rumah penduduk(11), Pos TPQ Ngaliyan(84), Balai Desa Laksana(142), Madrasah Sodagaran(20), Rumah Adi Batako(20), SMAN 1 Karang Kobar(40), Ibu Siti Purwodadi (44). Jumlah total 621 pengungsi.
Saat mengunjungi  Puskesmas Karangkobar Khofifah menemui beberapa korban bencana , salah satunya khotimah yang sedang hamil sembilan bulan. Meski rumahnya masih utuh namun seluruh keluarganya meninggal dan hanya meninggalkan adiknya.
Khofifah meminta agar data pengungsi setiap hari harus di update. Hal tersebut dimaksudkan untuk memudahkan assesmen bagi pengungsi untuk mendapatkan bantuan mendasar yang diperlukan  anak anak dan orang tua.
Konsentrasi pengungsi dan penambahan jumlah bantuan bisa saja selalu update, hal tesebut harus selalu dipantau perkembanganya, “PMI nanti akan membantu  mengatur sambil  menunggu proses evakuasi yang saat ini terus dilakukan,” kata Khofifah.
Dan pada saat yang sama juga harus  disiapkan untuk Huntara terutama bagi rumah yang tertimbun, sehingga  pasca evakuasi mereka mendapatkan tempat untuk berlindung. Menurut informasi  lokasi huntara saat ini sedang di cari lokasi yang paling tepat, selain itu huntara juga harus siap dengan isinya, secara detail  karena ini menyangkut kebutuhan hidup korban atau pengungsi. “Opsi huntara memang akan menjadi signifikan, karena pasca evakuasi pasti mereka sudah akan masuk pada kehidupan masing masing, pekerjaan , anak anak yang harus sekolah, jadi huntara akan menjadi  penting untuk segera disiapkan, terkat tepat tentunya pemerintah daerah yang akan mengaturnya , yang penting lokasi itu aman,” lanjut Khofifah.
Bantuan yang lain adalah layanan kesehatan, karena biasanya dalam kondisi seperti ini akan muncul penyakit seperti ispa, gatal gatal dan krisis sanitasi dan air bersih. “Kesehatan harus diutamakan dan logistikpun  tidak boleh kurang, kebutuhan lainnya terutama kebutuhan anak harus di akses terus supaya mereka  terpenuhi kebutuhan dasarnya .
Terkait kendala logistik, khofifah mengakui memang selalu nada kendala dimasa masa awal, namun hal itu pasti akan teratasi dengan selalu update pengungsi dan kebutuhan. Masa tanggap darurat ini menjadi sangat penting mengingat . Kebutuhan dapur umum yang ada berada di Desa Ambal dan di posko Perhutani Kecamatan Karangkobar.
“Saya dapat informasi  ada beberapa titik yang membutuhkan dapur umum lagi , untuk itu kita akan melakukan asessmen lagi atau alternatif lain yaitu mengirimkan distribusi makanan dalam bentuk nasi bungkus dari dapur umum terdekat, jadi setiap hari konsolidasinya harus selalu terpantau ,” tambah Khofifah. Kepada ahli waris Kemensos memberikan santuan takziah  bagi korban meninggal ada, Mereka akan mendapatkan  5 juta per perjiwa  sesuai standart kemensos
Wabup Hadi Supeno mengatakan persolaan penanganan bencana tidak hanya soal logistik semata, namun persoalan  akan muncul bagi mereka yang selamat. Mereka yang  harus melanjutkan aktitasnya kembali terutama mereka yang rumahnya tertimbun. “Mereka tentunya akan mendapatkan ganti rumah, namun sebelum menempati rumah baru setelah ini juga harus dipikirkan soal hunian sementara dulu. “Pelan pelan saya  sudah koordinasikan dengan bupati dengan ahli geologi, untuk  menentukan lokasi sementara dan relokasi yang lebih aman tentunya. Meski hal itu juga tidak mudah, karena biasanya pengungsi meminta lokasi relokasi yang tidak jauh dari tempat kerjanya,” kata Hadi Supeno. (**Anhar).

новинки кинематографа
Машинная вышивка, программа для вышивания, Разработка макета в вышивальной программе, Авторский дизайн