Fri09202019

Last updateFri, 20 Sep 2019 8am

Video Banjarnegara

Back You are here: Home Derap Serayu online Kesehatan

Kesehatan

Cuci Tangan Pakai Sabun Cegah Penyakit Diare

(BANJARNEGARA) – Cuci Tangan Pakai Sabun merupakan salah satu wujud konkret Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), perilaku tersebut dapat mencegah berbagai penyakit, salah satunya diare. Demikian disampaikan Ny. Hj. Iis Syamsudin, Wakil Ketua I TP PKK Kabupaten Banjarnegara pada saat peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia (HCTPS) tingkat Kabupaten Banjarnegara di SD N 1 Linggasari Kecamatan Wanadadi, Senin (15/10).

Read more: Cuci Tangan Pakai Sabun Cegah Penyakit Diare

Korelasi Golongan darah dengan Penyakit

Peran darah dalam tubuh sangatlah vital, yaitu untuk mengangkut zat–zat yang diperlukan oleh seluruh organ tubuh, seperti oksigen dan gizi. Fungsi darah lainnya adalah mengangkut zat–zat sisa metabolisme dan mengandung berbagai komponen penyusun system imun yang bertujuan mempertahankan tubuh dari berbagai penyakit. Mengingat pentingnya fungsi darah, maka darah harus dijaga agar tetap berkualitas baik dan dalam jumlah yang cukup.

Read more: Korelasi Golongan darah dengan Penyakit

Mengenali dan Antisipasi Pencegahan Demam Berdarah

Menjelang pergantian musim dari musim kemarau kemusim hujan dan kondisi yang tidak menentu menjadi rawan dengan kehadiran berbagai jenis penyakit. Salah satu penyakit dengan akibat yang cukup  parah  adalah demam berdarah, atau biasa kita kenal dengan Demam Berdarah Dengue (DBD), yang dapat membuat melemahkan tubuh  dan  menimbulkan efek rasa sakit.

Read more: Mengenali dan Antisipasi Pencegahan Demam Berdarah

Ragam Pilihan Obat Sakit Typus dari Bahan Alami, Why Not

Penyakit tipes terjadi karena adanya bakteri salmonella thypi dalam system pencernaan manusia. Bakteri ini akan menyebar pada usus dan mengakibatkan demam tinggi dan juga muntah-muntah. Penyakit ini dapat menular melalui makanan dan juga minuman.

Read more: Ragam Pilihan Obat Sakit Typus dari Bahan Alami, Why Not

27 Manfaat Asam Folat untuk Kesehatan Tubuh

Kegunaan asam folat mungkin sudah banyak diketahui oleh masyarakat terutama oleh ibu hamil. Ibu yang sedang hamil sangat membutuhkan asam folat demi janin yang ada di dalam kandungannya. Sebenarnya tidak hanya ibu hamil saja yang membutuhkan asam folat tersebut namun manusia biasa pun membutuhkan asupan akan asam folat. Asam folat adalah vitamin B9 dan termasuk ke dalam vitamin B kompleks, vitamin ini akan mudah larut di dalam air dan sifatnya tidak mampu bertahan lama di dalam tubuh sebab, setelah dikonsumsi vitamin ini akan diambil oleh tubuh kemudian vitamin itu akan dikeluarkan bersamaan dengan urin. Oleh sebab itulah ibu hamil harus mengkonsumsi asam folat setiap hari. Kebutuhan akan asam folat bisa tercukupi dengan makanan yang mengandung asam folat dan pengkonsumsian vitamin B9.

Read more: 27 Manfaat Asam Folat untuk Kesehatan Tubuh

Wabup Dorong Peduli Lingkungan Menjadi Sebuah Gerakan

Gerakan peduli lingkungan kalau masih bergantung pada Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD) itu
belumlah menjadi sebuah gerakan yang sebenar-benarnya gerakan. Sebuah gerakan peduli
lingkungan mestinya berangkat dari kemauan diri sehingga akan bertahan lama. Demikian Wabup
Drs. Hadi Supeno, M. Si, Jumat saat membuka Workshop Sumber Daya Air dan Lingkungan Hidup
yang diselenggarakan oleh Forum Komunitas Hijau (FKH) di Saung Mansur, Parakancanggah
beberapa waktu lalu.
“Kalau semua bergantung pada SKPD gerakan ini tidak akan kuat. Kegiatan kepedulian terhadap
lingkungan bisa jadi hanya karena ada pejabat. Namun kalau berangkat dari kemauan masyarakat, mereka akan
menjaga lingkungannya berdasar kemauan sendiri” katanya.
Pada saat Kongres Sungai Indonesia (KSI) yang baru lalu, imbuhya, banyak peserta merupakan anggota
Komunitas. Mereka ke Kongres karena kemauan sendiri dan dana sendiri. Ada yang pembiayaannya dipenuhi
dengan cara menjual produk kerajinan di arena kongres. Jadi tanpa dukungan dari pemerintah pun mereka
tetap jalan.
“Keberadaan komunitas yang berangkat dari kemauan sendiri ini akan sangat berarti bagi efektititas
gerakan peduli lingkungan. Meski jumlahnya sedikit namun gaungnya bisa menyebar ke mana-mana. Lebih
baik jumlahnya puluhan namun nyata daripada ribuan namun hanya saat itu saja aktivitasnya” katanya. 
Hal ini perlu saya tekankan, lanjutnya, sebab isu lingkungan merupakan isu penting sepanjang kehidupan
masih berlangsung. Sebab manusia membutuhkan lingkungan hidupnya. Kalau lingkungan hidupnya rusak,
manusia hidupnya akan kesulitan juga.
“Hal ini bisa dicontohkan saat warga kesulitan memperoleh air bersih. Air bersih menjadi isu krusial, sebab
air bersih merupakan kebutuhan pokok dan berkait dengan kelangsungan hidupnya. Karena itulah, isu
kelestarian lingkungan menjadi hal penting” katanya.
Saya berharap, lanjutnya, Workshop dan FKH mampu mendorong lahirnya komunitas peduli lingkungan di
Banjarnegara. Dan itu bisa dilakukan oleh FKH apabila tidak hanya menerapkan pembelajaran praktek namun
juga praksis.
“Sebab praksis itu ada kritik dan upaya memperbaiki dari praktek sebelumnya” katanya.
Saya juga ingin FKH ini punya model nyata penanganan sungai perkotaan sehingga dapat dijadikan acuan
jika ada orang ingin belajar. Misalnya dengan mengambil satu sisi sungai dalam jarak tertentu kemudian fokus
ditangani.
“Jadi bila cerita kemana-mana tentang penanangan sungai, kita punya model nyata yang dapat dijadikan
untuk acuan” katanya.
Ketua FKH, Firdaus Hanafi menyampaikan kegiatan Workshop ini sudah berjalan ke empat kalinya.
Peserta berjumlah 50 orang yang merupakan anggota FKH yang berasal dari anak-anak sekolah, karang taruna,
sekber, dan perangkat desa.
“Tujuan dari kegiatan ini adalah mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kepedulian masyarakat
terhadap sumber daya air dan lingkungan hidup” katanya.
Upaya edukasi ini, lanjutnya, terus dilakukan oleh FKH melalui berbagai forum dan kegiatan seperiti bersih
sungai, cabut paku, dan penanaman, termasuk juga peduli tentang sampah.
“Pada tanggal 5 November besok di SMK 2 Bawang, FKH akan menyelenggarakan kontes gaun yang
terbuat dari sampah plastik. Kegiatan ini juga merupakan salah satu upaya FKH dalam mengedukasi
masyarakat untuk peduli sampah” katanya.
Gagasan besar kami, lanjutnya, adalah membentuk Akademi Konservasi. Upaya ini telah kami rintis dan
sudah ada silabusnya.
“Akademi Konservasi merupakan sekolah non formal. Di sini diajarkan berbagai hal perihal kehidupan dan
keterampilan yang selaras dengan alam” katanya. (**—eko br)

55 Persen Masyarakat Banjarnegara Masih BAB Sembarangan

11 Desa Deklarasikan  Stop BAB Sembarangan
Prosentase kepemilikan jamban sehat hingga bulan nopember 2015 tercatat sebesar 44,95
persen, masih ada 55 persen penduduk Banjarnegara yang masih buang air besar
sembarangan. “Saat ini sudah ada 18 desa yang ODF (Open Defecation Free) atau sudah
melaksanakan Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS),”Kata Kepala Dinas Kesehatan
Banjarnegara Puji astuti kemarin.
Salah satu strategi yang mendukung pencapaian peningkatan akses sanitasi selain kegiatan pemicuan untuk
meningkatkan kebutuhan masyarakat terhadap sanitasi adalah dengan mengembangkan stragtegi pemasaran sanitasi
dengan wirausaha sanitasi yang handal yang mampu memacu dan memicu proses perubahan perilaku di masyarakat
terutama di daerah intervensi Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas).
“Dengan adanya 11 desa yang sudah mencapai kecamatan Stop buang air besar sembarangan, mudah mudahan
ini bisa menjadi pemicu untuk desa-desa yang lain dalam mencapai desa SBS,” lanjut Puji.
Puji menambahkan Program  Pamsimas adalah salah satu strategi dalam mendukung program STBM dan
Kabupaten Banjarnegara  termasuk salah satu Kabupaten yang mendapat program Pamsimas sejak tahun 2008
sampai dengan sekarang (2013) dengan jumlah desa sebanyak 94 desa.
“Namun dalam perjalanannya pencapaian desa stop buang air besar sembarangan (Desa SBS) belum optimal, hal
ni menjadi tantangan untuk kita untuk mencapai desa stop buang air besar sembarangan,” tambahnya.
Bupati Banjarnegara Sutedjo Slamet Utomo mengatakan Studi WHO memberikan gambaran bahwa apabila
akses mesyarakat terhadap sanitasi dapat ditingkatkan, akan menurunkan kejadian penyakit berbasis lingkungan
sebesar 45 persen. Salah satu upaya yang ditempuh adalah memperbesar peluang bagi fasilitator atau tokoh
masyarakat dan stake holder agar mampu melakukan fasiliatsi dalam memberdayakan masyarakat untuk
mewujudkan lingkungan yang sehat, bersih, aman dan nyaman melalui pendekatan sanitasi total berbasis masyarakat
“STBM adalah suatu program infestasi yang menitikberatkan pada pencapaian kondisi sanitasi total di
masyarakat melalui perubahan perilaku hygienis dengan melibatkan (memberdayakan) seluruh komponen di
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Tengah dr. Yulianto Prabowo mengatakan STBM ditetapkan
sebagai kebijakan nasional berdasarkan peraturan Menteri Kesehatan Nomor 3 tahun 2014 tentang sanitasi total
 STBM sendiri bertujuan untuk mewujudkan perilaku masyarakat ynag higienis dan saniter secara mandiri dalam
rangka meningkatan derajat kesehatan masyarakat yang tinggi , diharapkan tahun 2019 Seluruh Indonesia bisa
mencapai sanitasi total untuk seluruh masyarakat, sebagaimana tercantum dalam rencana pembangunan jangka pan
jang nasional (RPJPN) Indonesia.
Yulianto menambahkan Kecamatan yang stop buang air besar sembarangan adalah 31 Kecamatan ODF dan
Kabupaten Claim Buang Air Besar Sembarangan adalah Kabupaten Grobogan.
“Hari ini Jawa Tengah bertambah 11 desa atau kelurahan yang stop buang air besar sembarangan yang
merupakan hasil kerja keras dan komitment yang kuat jajaran pemkab. Banjarnegara,” Kata Yulianto.
Pada Momentum deklarasi  Stop buang air besar sembarangan, pemerintah juga  berharap menjadikan desa atau
kelurahan menjadi desa yang stop buang air besar sembarangan yang nantinya menjadikan Banjarnegara menjadi
kabupaten yang seluruh masyarakatnya stop buang air besar sembarangan dan menjadi kabupaten Banjarnegara stop
buang air besar sembarangan. (**anhar).

Guru Wiyata Bakti akan Diasuransikan

Pemerintah mengucapkan terima kasih bahwa Asuransi BPJS Ketenegakerjaan telah
memberikan perlindungan kepada sejumlah pekerja di sektor formal dan terutama sekali
adalah para pekerja informal di Banjarnegara. Namun upaya perlindungan tenaga kerja ini
harus digenjot lagi karena masih banyak pekerja di sektor informal dan pekerja bidang
tertentu yang belum tersentuh oleh asuransi BPJS ketenegakerjaan ini.  Demikian disampaikan
oleh Wakil Bupati Drs. Hadi Supeno, M. Si., beberapa waktu lalu, saat Rapat Evaluasi
Kepersertaan BPJS di Ruang Wabup.
“Penderes Kelapa sudah diasuransikan, tukang ojek sudah, Pemetik Teh juga sudah, tapi guru Wiyata
Bakti yang pekerjaannya membuat pandai anak-anak kita malah belum masuk asuransi. Semestinya mereka
juga diikutsertakan sehingga akan memberi rasa nyaman dalam menjalani pekerjaan maupun harapan di hari
tuanya” katanya.
Asuransi ketenagakerjaan ini sangat menarik karena mengarap sektor informal. Sebab kelemahan pekerja
sektor informal selama ini adalah mereka tidak terlindungi saat sakit, mengalami kecelakaan kerja, meninggal
dunia, dan adanya jaminan hari tua. Dan Asuransi BPJS Ketenagakerjaan melayani di sektor yang selama ini
tidak tersentuh, sehingga pemerintah sangat berterima kasih.
“Melihat pada segmennya pekerja informal, saya yakin di lapangan masih banyak pekerja sektor informal
ini yang belum tergarap dengan baik seperti para bakul di pasar, buruh di pasar salak, tukang ojek, tukang
becak, awak angkutan yang pekerja honorer di kantor-kantor, pekerja toko, yang jumlahnya sangat banyak”
katanya.
Termasuk juga yang perlu disiasati adalah asuransi bagi para pekerja bangunan yang dikerjakan secara
swakelola oleh Komite Sekolah. Sebab belum lama berselang ada kasus kecelakaan kerja di sebuah sekolah
namun tidak mendapatkan asuransi kecelakaan. Usulan lain adalah asuransi bagi para guru TPQ.
“Dari informasi yang saya dengar, pekerja konstruksi di Banjarnegara sudah diasuransikan sehingga saat
ada kecelakaan kerja mereka sudah ada jaminannya. Namun untuk pekerja swakelola belum ada yang
menjaminnya. Padahal resiko mereka sama. Karena itu, untuk selanjutnya meskipun dikejakan secara
swakelola mereka juga harus mendapat perlindungan tenaga kerja” katanya.
Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Purwokerto, Bhakti Mahendra menambahkan upaya untuk
menggaet lebih banyak lagi peserta memang tengah diupayakan oleh perusahannya. Sampai akhir tahun ini
jumlah peserta asuransi BPJS Ketenegakerjaan informal baru 2000 orang dengan jumlah klaim sebesar Rp 15
M.
“Berdasar pantauannya potensi sektor ini masih besar yang bisa dicermati dari jumlah perusahaan yang
wajib lapor, sektor perijinan di KP2T, perusahaan jasa konstruksi, sekolah swasta dan honore di sekolah
negeri, kepala dan perangkat desa, koperasi dan UMKM, Honorer dan THL Pemkab, dan pekerja bukan
penerima upah seperti petani salak, pedagang pasar, dan lain-lain” katanya.
Untuk menjadi peserta BPJS ini mudah mengurusnya dan manfaatnya besar. Bagi mereka yang sudah
masuk menjadi peserta, meskipun baru beberapa hari kemudian terjadi kecelakaan kerja hak mereka sama
dengan peserta lainnya.
“Mereka yang mengalami kecelakaan kerja akan memperoleh santunan 48 kaji, uang transport, pengobatan
berapun biayanya, selama tidak bekerja pendapatan diganti ke perusahaan. Bila kecelakaan menimpa pekerja
di sektor informal seperti tukang ojek, tukang becak, maka kehilangan uang harian akan diganti” katanya.
Sedangkan bagi yang meninggal dunia karena kecelakaan kerja, lanjutnya, maka besarnya santunan adalah
60 persen kali 80 bulan upah, memperoleh uang kubur 3 juta, santunan berkala Rp 4,8 juta.
“Untuk mereka yang mengalami cacat, akan memperoleh santunan sebesar 70 kali persen kali 80 bulan upah.
Bila tidak aral sampai selesai pekerjaan maka jaminan hari tua dapat diambil utuh” katanya. (**—eko br)

Wisata

Pariwisata di banjarnegara
Pariwisata
Banjarnegara

Perkebunan

POHON KARET
Perkebunan &
Kehutanan

Pertanian

Potensi
Pertanian

Industri

Potensi Perindustrian di Banjarnegara
Potensi
Industri

Pertambangan

Potensoi Pertambangan
Potensi
Pertambangan