Sat08242019

Last updateFri, 23 Aug 2019 7am

Pemerintahan

Arti Lambang Daerah

ARTI LAMBANG DAERAH

  BENTUK, ISI DAN WARNA

Pasal (1)   Bentuk pokok daripada Lambang Daerah Kabupaten Banjarnegara merupakan sebuah perisai yang bergayakan (ngestijleerd) berwarna dasar hijau dengan pelisir berwarna kuning emas.

Pasal (2)   Pada perisai tersebut terlukis macam benda alam/bangunan yang tata letaknya tersusun secara artistik terdiri dari :

a)     Sebuah segi lima yang seperempat bagian kanan dan kiri bawah berwarna merah, sedang seperempat bagian kiri atas dan kanan bawah berwarna putih ;

b)     Setangkai padi berisi 17 butir berwarna kuning emas disebelah kanan segi lima ;

c)      Serangkai 8 buah kapas yang terbuka penuh berwarna putih di sebelah kiri segi lima ;

d)     Sebuah bintang sudut lima berwarna kuning emas ;

e)      Sebatang pohon beringin : daunnya berwarna hijau serta berakar gantung sebanyak 8 buah ; batangnya dengan 5 buah akar berwarna coklat muda ;

f)       Sebuah keris tak berukel, berwarna hitam ;

g)      Sederetan pegunungan berwarna biru muda ;

h)     Sederetan daerah hutan berwarna hijau ;

i)        Syphon (suling saluran air) berwarna hitam dengan 6 buah cincin yang membagi suling saluran air ini atas 7 buah bagian/ruas ;

j)        Bidang tanah, diatas mana pohon beringin berdiri : disebelah atas syphon berwarna ; disebelah bawah syphon merupakan petak-petak/tingkat-tingkat berwarna coklat ;

k)      Air sungai berwarna biru muda dengan 3 jalur gelombangnya berwarna putih ;

l)        Sehelai selendang dibawah segi lima berwarna kuning emas, diatas mana tercantum nama BANJARNEGARA dengan tulissan hitam .

 

MAKNA, BENTUK, ISI DAN WARNA LAMBANG (Pasal 3)

(1)       Perisai dan keris melambangkan jiwa kepahlawanan dan kesatriaan rakyat Banjarnegara ;

(2)       Segi lima yang berdiri tegak, melambangkan watak kepribadian serta jiwa persatuan dan kesatuan rakyat Banjarnegara yang berlandaskan Pancasila ;

(3)       a.   Bintang melambangkan kepercayaan beragama yang kuat ;

b.   Pohon beringin melambangkan tradisi yang baik dari Pemerintahan rakyat Banjarnegara ;

(4)       Syphon, petak-petak tanah (tanah persawahan yang bertingkat-tingkat) melambangkan daya cipta yang besar dengan nilai-nilai kebudayaan khas rakyat Banjarnegara ;

(5)       Pegunungan dengan hutan-hutannya melambangkan keadaan alam daerah Banjarnegara dengan bermacam-macam kekayaannya sebagai sumber kehidupan rakyat ;

(6)       Air sungai sengan 3 jalur gelombang melambangkan sungai serayu yang mengalir disepankang daerrah Kabupaten Banjarnegara dengan 3 macam penggunaan airnya, yaitu untuk PERTANIAN, PERIKANAN, dan INDUSTRI ;

(7)       Bidang tanah tempat berdiri pohon beringin yang berwarna hijau melambangkan kesuburan tanah pada umumnya di daerah Banjarnegara ;

(8)       Bidang-bidang berwarna merah dan putih di dalam segi lima menandakan daerah Kabupaten Banjarnegara sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia ;

(9)       Warna hijau dari pada perisai yang dibatasi oleh pelisir kuning, dimana terbentang :

a.          Selendang dengan tulisan “BANJARNEGARA”

b.          Padi dan Kapas ;

Mengkiaskan hari depan yang gemilang bagi rakyat Banjarnegara menuju masyarakat adil makmur yang diridhoi oleh Tuhan Yang Maha Esa. (Yoi Humas)

oOo

Bupati Ajak Pemuda Manjadi Pemimpin Bumi

Bupati Banjarnegara Sutedjo Slamet Utomo mengajak pemuda menjadi khafilah fil ard (pemimpin
bumi) yang baik, adil dan bertanggung jawab. “Hanya dengan menjaga dan merawatnya kita bisa menjaga
keberlangsungan bumi hingga masa yang akan datang seiring dengan pembangunan peradaban kita,” kata
Bupati Sutedjo pada upacara  peringatan Sumpah Pemuda yang digelar di halaman kantor Sekretariat
Daerah Banjarnegara.
Upacara juga di hadiri Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Banjarnegara, Ketua Tim Penggerak PKK
dan Kepala SKPD di Lingkungan Pemkab Banjarnegara kemarin.
Bupati Sutedjo pada kesempatan tersebut juga mengatakan Indonesia mendapatkan bomus yang tidak
dimiliki semua negara, dimana Indonesia mendapatkan bonus demografi  dimana penduduk Indonesia
dengan umur produktif sangat besar, sementara usia muda semakin kecil dan lanjut usia lanjut belum
banyak.
Hal tersebut lanjut Sutedjo akan menberikan keuntungan bagi negara terutama untuk mempersiapkan
strategi menghadai masyarakat ekonomi Asean (MEA).
Apabila dikaitkan antara bonus demografi dan masyarakat ekonomi asean (MEA) maka pemuda
Indonesia berpeluang besar mengasai pasar ASEAN.
Bupati juga berharap melalui revolusi mental pemuda, akan lahir generasi muda Indonesia yang
tangguh, berkarakter, mandiri dan rela berjuang untuk kepentingan yang lebih besar yaitu Indonesia.
“Seperti yang pernah dilakukan oleh pemuda pendahulu kita, inilah tanah air kita, inilah bumi kita,
inilah masa depan kita, “lanjut Sutedjo.
Di moment hari sumpah pemuda ini Bupati Sutedjo juga meminta kepada kader bangsa untuk berbuat
sesuatu untuk menjunjung tinggi harkat dan martabat bangsa di mata bangsa lain
“Banyak cara yang bisa dilakukan oleh pemuda dalam menjunjung tinggi harkat dan martabat bangsa
diantaranya dengan memberikan prestasi di berbagai bidang seperti olah raga, akademik dan bidang lain
yang membawa gengsi bangsa,” lanjut Sutedjo.
Dalam rangka hari sumpah pemuda sebelumnya juga sudah dilaksanakan kegiatan berupa gerak jalan
gayeng yang diikuti , Pelajar, dan umum. Upacara hari sumpah pemuda ke 87 tahun 2015, diikuti jajaran
TNI, POLRI, SKPD, Organisasi Pemuda, Pelajar (**anhar).

Serahkan Dansos, KORPRI Minta Pensiunan Waspadai Penipuan

 Dewan Pengurus KORPRI Kabupaten Banjarnegara menyerahkan Bantuan Dana Sosial KORPRI kepada 144 anggotanya. Mereka terdiri dari 124 pensiunan dan 20 PNS yang pensiun karena meninggal dunia. Bantuan diberikan di aula gedung Korpri Kabupaten Banjarnegara, baru-baru ini

Penyerahan diserahkan oleh sekretaris Korpri Banjarnegara Drs. Wahyono MM, kepada pensiunan yang hadir, disaksikan oleh pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI), organisasi yang menaungi para pensiunan.

Sekretaris Dewan Pengurus Korpri Banjarnegara,  Drs. Wahyono MM, saat memberikan laporan mengungkapkan, pensiunan menerima Rp. 1.500.000 sedang yang meninggal menerima Rp. 2 juta. “KORPRI terus berusaha menaikkan besaran dana hingga 5 kali lipat. Pensiun yang tadinya hanya Rp. 300 ribu menjadi 1,5 juta, dan meninggal tadinya 500 ribu jadi 2 juta,” kata Wahyono.

Sementara itu Ketua Bidang Korpri yang juga Kepala BKD Drs. Titho Agus Wigono, M.Si, yang juga Kepala BKD Banjarnegara, mewakili Sekda menyampaikan terima kasih dan penghargaan terhadap PNS yang telah purna melaksanakan tugas dan terus berharap sumbangsihnya dalam pembangunan di Banjarnegara.

Waspadai Penipuan

Pada kesempatan itu, itho menhimbau para pensiunan agar tak tertipu penipuan yang akhir-akhir ini merebak. “Di media massa hari ini terpetik berita 12 pensiunan dari Banjarnegara tertipu penipuan yang mengatasnamakan BKN, Taspen atau lembaga negara lainnya. Saya tegaskan hal itu tidak benar,” kata Titho.

Titho juga menyayangkan para pensiunan percaya saja jika mendadak akan memperoleh dana pensiunan hingga ratusan juta. . Modusnya, si penipu justru meminta dulu uang muka yang harus ditransfer ke rekening yang bersangkutan. Titho juga sudah melaporkan hal ini kepada pihak berwajib, “Nama saya sering disalahgunakan. Saya sudah melaporkan kepada kepolisian,” katanya.

Untuk itu dirinya atas nama BKD meminta BKD ataupun pensiunan untuk selalu kroscek dengan BKD

Sementara itu ketua PWRI Drs. H. Soekarso, menyampaikan, PWRI siap menjadi wadah organisasi para pensiunan. Harapanya, melalui wadah PWRI perjuangan dan pengabdian para pensiun dapat diteruskan dalam kegiatan kemasyarakatan. (Muji Prast).

Read more: Serahkan Dansos, KORPRI Minta Pensiunan Waspadai Penipuan

TMMD Sengkuyung Bangun Jalan dan Rehab RLTH

TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung tahap II  tahun 2015 di Desa Mertasari 

Kecamatan Purwanegara (8/10) menfokuskan pada peningkatan jalan (makadam) sepanjang 572 

meter dan lebar 3 meter serta pengaspalan jalan sepanjang 310 meter dan lebar 3 meter serta 

drainase sepanjang 250 meter, lebar 0,35 meter dan tinggi 0,70 meter.

“Selain sasaran utama  berupa jalan, juga di bangun sasaran tambahan berupa rehab 20 rumah tidak layak 

huni (RLTH) dan serta Pos Kamling, Serta kegiatan non fisik di bidang hankamtibmas, Bidang pendidikan, 

bidang pertanian, kesehatan, PKK dan bidang humas dan hiburan.,” kata Kapten Infanteri Suharsana saat 

membacakan laporan.

Peningkatan dan pengaspalan jalan tersebut nantinya akan meghubungkan Desa Mertasari menuju Desa lain 

di sekitar Mertasari. Jalan tersebut juga  untuk memperlancar transportasi antar Desa atau kecamatan dalam 

rangka meningkatkan perekonomian masyarakat dan derajat kesehatan masyarakat.

Sumber dana pembangunan berasal dari APBD Provinsi sebanyak Rp. 145 juta, APBD sasaran fisik Rp.155 

juta, APBD II sasaran non fisik Rp.25 juta serta dana stimulan sebesar Rp. 35 juta.

Dalam amanatnya Dandim 0704 Banjarnegara Letkol infantri Arif Bastari mengatakan program TMMD 

selama ini telah membantu tugas pemerintah di daerah dalam meningkatkan ekselerasi pembangunan di daerah 

dan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Melalui program TMMD secara berkesinambungan diharapkan akan dapat mewujudkan ketahanan 

masyarakat yang tangguh dalam menghadapi berbagai bentuk ancaman yang muaranya akan berdaya guna bagi 

kepentingan pertahanan negara. Program TMMD juga bisa memberikan kontribusi pada peningkatan dan 

perbaikan kehidupan sosial masyarakat,” kata Arif Bastari.

Arif menambahkan dalam TMMD ke -95 TNI AD bekerjasama dengan kementian Sosial dan Pemkab dalam 

melaksanakan kegiatan fisik dan non fisik. Sasaran non fisik antara lain berupa penyuluhan tentang 

perlindungan dan jaminan sosial bagi masyarakat miskin serta pembangunan manusia dan lingkungan melalui 

program sanitasi berbasis masyarakat (STBM) serta ceramah wawasan kebangsaan.

Sedangkan sasaran fisik yang dilakukan tetap di prioritaskan pada pembangunan infrasturktur, sarana dan 

prasarana fasilitas umum lain yang menjadi kebutuhan masyarakat di daerah dalam ranghka memberdayakan 

masyarakat pedesaan.

“Dengan di tetapkannya sasaran fisik maka pembangunan infrastruktur, sarana dan prasarana yang 

dibutuhkan masyarakat bisa terpenuhi sehingga diharapkan mampu meningkatkan roda perekonomian daerah,” 

lanjut Arif

Bupati Banjarnegara Sutedjo Slamet Utomo pada kesempatan tersebut juga berharap pembangunan jalan 

tersebut bisa memperlancar jalur perekonomian di desa.

“Program TMMD sangat membantu pemerintah daerah dalam rangka peningkatan ekonomi masyarakat 

khususnya di Desa Mertasari yang sangat membutuhkan akses jalan baik antar desa,” kata Sutedjo. (**anhar).

Pengurus Aspenas Banjarnegara Dikukuhkan

 

Banjarnegara kini resmi memiliki kepengurusan Asosiasi Penggemar Kambing Peranakan Etawa Nasional (Aspenas). Hal ini terjadi setelah kepengurusan hasil musyawarah di bulan Januari lalu resmi dikukuhkan oleh Wakil Bupati Banjarnegara Drs. Hadi Supeno, M. Si., Sabtu (31/10) di Saung Mansur. Dirinya berharap dengan telah adanya kepengurusan yang resmi, Banjarnegara mampu berbuat lebih banyak lagi di pentas nasional.

 

Selama ini Banjarnegara hanya memborong kejuaraan di daerah lain. Coba setelah ada kepengurusan resmi adakan lomba tingkat nasional di Banjarnegara” katanya.

 

Selain itu, lanjutnya, di Banjarnegara ini telah ada cukup banyak peternak kambing PE. Harapan saya, lanjutnya, semua peternak ini mempunyai pengetahuan yang sama tentang kambing etawa. Karena itu, lanjutnya, saya berharap ada sosialiasi untuk peningkatan pengetahuan peternak.

 

Peningkatan SDM ini penting agar pengetahuan beternak PE yang betul dan bagus dikuasai semua anggotanya. Harapannya tentu kalau hasilnya bagus-bagus akan meningkatkan kesejatehraan anggotanya sehingga penyebarannya merata di semua sentra kambing PE” katanya.

 

Lagi pula, lanjutnya, Pemkab tengah berupaya menjadikan Banjarnegara sebagai sentra bibit kambing dan domba. Kalau untuk domba Batur, sambungnya, kita tidak ada masalah.

 

Khusus untuk Domba Batur kita tidak punya saingan. Hal ini karena keunikannya. Masalahnya justru di PE, sebab selain Banjarnegara ada wilayah lain seperti Wonosobo dan Purworejo” katanya.

 

Meski begitu, lanjutnya, kita optimis bisa memenangkan unggulan bibit kambing PE. Hal ini tak lain karena kambing-kambing PE dari Banjarnegara kerap meraih juara Nasional di berbagai event.

 

Di sinilah pentingnya bekal pengetahuan yang sama bagi semua peternak kalau memang kita menginginkannya. Khusus untuk bibit unggulan istimewa saya kira yang dijual keluar turunannya yang ke berapa saja, jangan turunannya langsung. Ini penting untuk menjaga galur juara tetap di Banjarnegara” katanya.

 

Ketua Aspenas, Sutikno mengatakan salah satu tujuan didirikannya asosiasi ini adalah untuk menampung aspirasi para peternak PE dan juga sebagai wadah tukar informasi tentang kambing PE. Kambing PE ini, lanjutnya, tergolong ternak istimewa karena sejumlah keuntungan yang bisa diambil darinya. “Kambing PE yang bagus bisa diikutkan di kontes PE. Kalau sering menang di event nasional, harga jualnya bisa terdongkrak tajam. Turunan kambing darinya pun ikut dihargai mahal” katanya. Selain untuk kontes, lanjutnya, susu kambing betina Etawa juga harga jualnya lebih mahal dibanding susu kambing jenis lain. Hal ini bisa terjadi karena susunya dipercaya dapat menjadi obat.

 

Dalam satu hari satu ekor kambing betina dapat menghasilkan susu hingga 3 – 5 liter. Dengan harga jual per liternya Rp 20 ribu. Bisa dihitung pendapatan hasil susu dari satu ekor kambing” katanya.

 

Dan yang terakhir sebagaimana layaknya hewan piaraan, kata Tikno yang Kades Jenggawur ini, kambing PE yang tidak untuk kontes dagingnya bisa untuk konsumsi.

 

Kabid Peternakan pada Dintankannak, Siti M, menambahkan total ternak kambing di Banjarnegara ada 81.800 ekor. Selain kambing PE, lanjutnya, ada juga kambing jawa randu yang kebanyakan dipelihara oleh masyarakat.

 

Kambing PE ini bisa dikatakan jenis kambing klangenan. Penggemarnya di Banjarnegara ada di kecamatan Banjarmangu, Pagentan, Pandanarum, dan Banjarnegara. Karena klangenan maka jangan heran harganya ada yang mencapai Rp 150 juta untuk satu ekor kambing dewasa dan Rp 25 juta untuk anaknya yang baru berumur 2 bulan” katanya. (**—eko br)

Read more: Pengurus Aspenas Banjarnegara Dikukuhkan

Wisata

Pariwisata di banjarnegara
Pariwisata
Banjarnegara

Perkebunan

POHON KARET
Perkebunan &
Kehutanan

Pertanian

Potensi
Pertanian

Industri

Potensi Perindustrian di Banjarnegara
Potensi
Industri

Pertambangan

Potensoi Pertambangan
Potensi
Pertambangan