Banjarnegara – Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono meyakini pembangunan infrastruktur jalan yang tengah gencar dilakukan di masa kepemimpinannya, adalah juga upaya untuk mencegah paham radikalisme yang mudah menyusup ke daerah terpencil.

Demikian dikatakan Budhi ketika meninjau ruas jalan Gripit – Kalibening  baru-baru ini.

“Paham radikalisme mudah menyusup ke desa-desa terpencil dan perbatasan. Dengan pembangunan dan semangat.gotong royong masyarakat, Insyaallah
mampu menangkal paham radikalisme masuk ke pedesaan,” kata Budhi saat meninjau titik pembangunan di pertigaan Asinan, Sembawa-Kalibening ini.

Ia ditemani kades Sembawa terpilih, Yoga, menelusuri jalan yang dua bulan lalu rusak parah, dan sekarang kondisinya hampir seperti jalan tol itu.

“Kepala desa dan perangkatnya harus memikirkan program-program apa saja yang dapat memperkuat kebersamaan. Budaya gotong royong di desa-desa harus dipertahankan, karena ini adalah kunci kita untuk menutup celah masuknya paham-paham radikal,” ujar Budhi,

Bupati mengemukakan pendapatnya karena ajaran yang diterapkan oleh paham radikal merupakan ajaran yang menghapus sikap toleransi. Akibatnya masyarakat mudah terlibat konflik. Karena itu hal yang paling efektif menangkal radikalisme dengan melaksanakan program-program yang dapat mempertahankan rasa kebersamaan masyarakat desa.

“Teorisme ini adalah puncak dari intoleransi. Sedangkan intoleransi adalah titik awal dari terorisme. Maka dari itu, kunci untuk menangkal ini hanyalah dengan pembangunan, gotong royong. Kalau kebersamaan masyarakat sudah terkunci, tidak akan ada lagi teroris yang bisa masuk,” ujarnya.

“Mengapa dengan pembangunan?, jelas ini ada hubungannya. Desa-desa yang merasa diabaikan pemerintah. Jika Jalan rusak dibiarkan pemerintah, sulit air dibiarkan, warga miskin diacuhkan, kepercayaan warga kepada pemerintah akan hilang. Nah inilah celah masuknya radikalisme yang anti pemerintah,” jelas Budhi.

“Kalo pemerintah ngopeni, mereka tak akan mudah percaya pada ajaran baru termasuk radikalisme dan intoleransi. Karena merasa dilindungi dan diopeni negara,” lanjutnya.

Adapun Kades terpilih, Yoga, mengatakan dirinya akan meningkatkan ketahanan desa setelah dilantik nanti.

“Kalibening kan wilayah perbatasan. Desa kami akan berupaya berkontribusi menangkal radikalisme bahkan di garda terdepan.

“Setelah dilantik besok, saya akan ajak semua perangkat desa harus terlibat aktif menangkal radikalisme ini. Bahkan kelompok-kelompok di luar perangkat desa, harus terlibat aktif juga. Kemudian dengan program ketahanan desa ini, masyarakat tidak akan lagi terprovokasi oleh paham-paham radikal,” kata Yoga.

Tak lupa, ia mengucapkan terima kasihnya kepada pemerintah yang telah mewujudkan impian jalan bagus dan mulus bagi masyarakat Kalibening. *(Muji P/Dinkominfo)