BANJARNEGARA – Rombongan dari Kabupaten Purworejo yang terdiri dari 3 pengawas sekolah jenjang SMP dan 3 dewan pendidikan melakukan studi banding ke SMPN 1 Bawang, Selasa, (12/11). Koordinator Studi Banding, Sunaryo me­ngatakan pada kunjungan ini para pengawas sekolah belajar cara me­ngin­te­grasikan implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) menuju ke standar nasional pendidikan (SNP), pola pendidikan karakter, dan partisipasi masyarakat dalam peningkatan mutu pendidikan.

“Kita ke sini untuk mempelajari cara integrasi implementasi SPMI  dan melihat perkembangan sekolah yang sudah mampu meningkatkan mutu pendidikan. Ilmu dan wawasan yang kita peroleh dapat menjadi bekal untuk diterapkan di Purworejo,” katanya.
Selain itu rombongan juga belajar mengenai proses yang terkait penjaminan mutu pendidikan yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan dasar dan pendidikan menengah agar terwujudnya pendidikan bermutu yang memenuhi SNP.
“Kami bekerja sama dengan Dindikpora Kabupaten Banjarnegara untuk membangun semangat kesadaran terhadap pentingnya budaya mutu dan perbaikan mutu untuk pendidikan di Kabupaten Purworejo,” ujarnya.
Kunjungan itu diterima langsung oleh Kepala Sekolah, Sobron. Pada kesempatan tersebut, Sobron menyampaikan ia menyambut baik adanya kunjungan itu.
“Kita saling belajar satu sama lain dari daerah masing-masing,” katanya.
Kehadiran rombongan disambut dengan penampilan memukau grup rebana sekolah yang pada tahun ini berhasil menjadi juara 1 tingkat kabupaten dan mewakili maju ke tingkat provinsi.
Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) adalah salah satu bentuk penjaminan mutu pendidikan. SPMI dilakukan oleh setiap sekolah. Sejak tahun 2016 hal ini sebenarnya sudah digulirkan di sekolah kami. Awalnya kami menjadi sekolah model lalu meningkat menjadi sekolah rujukan yang selanjutnya memiliki sekolah imbas (sekim) sebagai upaya agar semangat penjaminan mutu bisa lebih cepat menyebar. Demikian yang disampaikan oleh Catur Atmi selaku Ketua Tim Penjaminan Mutu Pendidikan Sekolah (TPMPS).
“Keberhasilan implementasi SPMI pada sekolah kami tidak lepas dari kerja keras dan komitmen yang kuat dari seluruh warga sekolah. Program-program yang kami canangkan selalu didukung oleh komite. Sehingga menambah besar animo masyarakat serta kepercayaannya kepada kami,” tandasnya.
Pada kesempatan itu juga Agus Sutanto dari Dindikpora Kabupaten Banjarnegara yang ikut mendampingi acara tersebut mengajak kepada semua unsur penyelenggara sekolah untuk selalu berlaku jujur dalam pengisian raport mutu sehingga pemetaan dan perencanaan pemenuhan standar bisa optimal karena akan berdampak pada perolehan prestasi. Usai mengikuti pemaparan, Sunaryo merasa puas. Dikatakannya bahwa prestasi yang diperoleh SMPN 1 Bawang karena memang berkat kesungguhan dari seluruh warga sekolah.
“Saya melihat ada upaya keseriusan dari pengelolaan sekolah ini hingga membuahkan prestasi yang gemilang,” ungkapnya.*(Muji P/Dinkominfo)