DS – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Banjarnegara, Kamis (21/11) melakukan gerakan penanaman pohon di desa Kertayasa, Kecamatan Mandiraja. Gerakan penanaman pohon secara simbolis ditandai penanam bibit pohon duren dan alpokat oleh pimpinan Baznas dan Plt. Kades Kertayasa di halaman Pustu Kesehatan yang berada di sebelah kantor desa. Pada kesempatan ini diserahkan bantuan 100 pohon bibit durian dan bibit alpokat ke 50 warga penerima.

“Kegiatan gerakan menanam pohon ini merupakan kegiatan nasional yang diselenggarakan oleh Kementrian Lingkungan Hidup bekerja sama dengan Baznas dan Zakat Community Development. Pelaksanaannya dilakukan serentak pada hari ini di seluruh Indonesia dalam rangka memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia yang jatuh pada tanggal 28 November. Tema yang diambil dalam kegiatan ini adalah “Satu pohon sejuta manfaat”. Demikian disampaikan ketua Panitia, Eko Djuniadi, di aula desa Kertayasa.

Di Jawa Tengah ada tujuh Kabupaten/Kota yang terpilih sebagai pelaksana kegiatan dan Kabupaten Banjarnegara menjadi salah satunya. Tujuan penanaman pohon adalah untuk memperbaiki kondisi lingkungan menjadi lebih sehat dengan dukungan tanaman yang menjadi potensi lokal dan juga peningkatan kesejahteraan masyarakat miskin.

“Pohon durian dipilih karena bermanfaat untuk penghijauan lingkungan sekaligus memiliki hasil yang bernilai ekonomis sehingga dapat bermanfaat untuk peningkatan kesejahteraan keluarga” katanya.

Ketua Baznas, Sutedjo Slamet Utomo mengatakan terpilihnya desa Kertayasa dalam program ini karena desa Kertayasa masyarakat pra sejahteranya cukup banyak dan kebetulan perwakilan ZCD berdomisili di desa Kertayasa sehingga memudahkan untuk pengawasan dan kelanjutan program. Sebab bibit-bibit pohon yang diserahkan di warga akan terus dipantau pertumbuhannya sejak awal penanaman sampai saat pohon berbuah. Sutedjo pun menjanjikan akan ada bonus tambahan dari Bazna jika pohon yang ditanam berhasil berbuah.

“Akan ada bonus bagi mereka yang menanam pohonnya sampai berbuah” katanya.

Pilihan pada pohon durian, tentu bukan tanpa alasan. Pohon durian merupakan pohon unggulan lokal yang sudah memiliki nama dan dapat tumbuh baik di wilayah Mandiraja seperti halnya di desa Glempang. Jika dirawat dengan baik dan sungguh-sungguh pohon buah ini mampu menghasilkan rupiah yang cukup menggoda dari satu pohonnya. Hal ini seperti pengalaman warga desa Glempang yang mengalami peningkatan kesejahteraan setelah mengganti tanaman bamboo dengan tanaman durian.

“Di Glempang ada satu pohon yang menghasilkan sampai Rp 10 juta rupiah sekali panen. Karena itu, mengacu pada pengalaman desa Glempang, harapan saya warga Kertayasa mau berubah dengan mengoptimalkan budidaya durian, mulai dari gerakan menanam ini” katanya.

Plt. Kepala Desa Kertayasa, Buwono Tris Wiyoto mengucapkan terima kasih atas bantuan bibit pohon durian yang dibagikan pada warganya. Dia pun mengakui meskipun dari luar desa Kertayasa terlihat sebagai desa makmur namun sesungguhnya desa Kertayasa masih masuk kategori desa tertinggal. Terbukti masih tingginya Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang tidak cukup ditanggulangi dari Dana Desa dan swadaya warga namun butuh bantuan juga dari lembaga pendonor lain seperti halnya Baznas.

“Pihak desa akan membantu pengawasan dari tanaman yang dibagikan warga agar dirawat dengan sungguh-sungguh sehingga membuahkan hasil seperti yang diharapkan” katanya. (*_eKo/ed DS)