BANJARNEGARA – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Banjarnegara mulai melakukan Sensus Penduduk 2020. Tahap awal, dilakukan Sensus Penduduk Online. Secara sombolis, Sensus Penduduk Online dimulai oleh Bupati di Pringgitan, Sabtu (15/2) pagi.

Ketua Sekretariat Sensus Penduduk 2020 BPS Kabupaten Banjarnegara Marliyanto Eko Basuki mengatakan Sensus Penduduk Online dimulai 15 Februari sampai 31 Maret mendatang.

“Kedatangan kami untuk melakukan pendampingan pada pejabat daerah, Bupati, Wakil Bupati, Sekda dan Ketua DPRD,” ujarnya.

Dikatakan, data Sensus Penduduk Online ini akan diolah dan nantinya akan muncul daftar penduduk per RT.

“Dari data ini akan muncul penduduk yang sudah melakukan Sensus Penduduk Online dan belum. Yang belum, di bulan Juli akan didatangi. Selama satu bulan dari tanggal 1 sampai 31 Juli,” jelasnya.

Namun yang sudah melakukan Sensus Penduduk Online-pun tetap didatangi oleh petugas.

“Kita lihat rumahnya, posisi rumahnya itu bagaimana. Karena kita juga akan menggambarkan posisi bangunan rumahnya di peta RT,” jelasnya.

Data awal yang menjadi acuan dalam sensus ini yaitu data base dari Dindukcapil per Juni 2019.

“Dalam Sensus Penduduk ini, akan didata berbagai karakteristik penduduk. Antara lain umur, kegiatan sehari-hari, kalau bekerja pekerjaannya apa? Kemudian juga mengenai kondisi perumahannya, kondisi air minumnya apa? Pakai listrik berapa Watt? Lantainya pakai apa? Ada sanitasinya ngga?,” ujarnya.

Dia mengatakan dalam sensus ini, BPS memotret bukan melukis .

“Memotret berarti mengambil gambar sesuai apa adanya,” ujarnya.

Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono mengajak agar masyarakat Banjarnegara pro aktif dalam mensukseskan Sensus Penduduk 2020 ini.

“Himbauan saya, taati peraturan dari pemerintah. Sebab data dalam Sensus Penduduk ini sangat penting dalam proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan,” paparnya.

Melalui sensus ini, juga diharapkan akan tercipta satu data kependudukan yang terintegrasi. *(Muji P/Dinkominfo)*