Budhi Sarwono Sampaikan Kondisi Terkini Terkait Covid-19

Banjarnegara – Bupati Banjarnegara hari ini, Selasa (17/3/2020) mengikuti tele conference bersama Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Video conference tersebut diprakarsai Gubernur dalam upaya penanganan “Corona virus Dissease that Was Discovered in 2019” (Covid-19) atau virus corona.

Conference tersebut diikuti 35 kepala daerah di kabupaten/ kota melalui jaringan internet, Bupati didampingi Sekda Drs Indarto M. Si, Kepala Dinkes dr. Ahmad Setiawan M. Kes, Kepala Dindikpora Drs. NoorTamami M. Pd, Staf Ahli Bupati Aris Sudaryanto S. Pd. MM, Kepala Dinkominfo R. Riono Rahadi Prasetyo, SH.MH, dan Direktur RSUD Hj. Anna Lasmanah dr .Erna Astuti dan Kalakhar BPBD Drs. Arif Rahman MT. Bupati dan pendamping mengikuti Video conference dari ruang IT Kantor BPBD Banjarnegara.

Ketika Gubernur Ganjar memberikan kesempatan bicara, Bupati Banjarnegara bisa Budhi Sarwono meminta agar Pemerintah Provinsi bisa membantu Alat Pelindung Diri (APD) untuk paramedis di Banjarnegara.

“Kami mohon Pemerintah bisa mencarikan Alat Pelindung Diri untuk rumah sakit di Banjarnegara. Kami sudah menyiapkan anggarannya tapi barangnya langka,” kata Bupati.

“Mohon kepada Pak Gubernur bisa membantu mencarikan solusinya agar kami bisa mencari alat APD untuk tenaga medis kami di RS, dan saat ini kami sudah menyiapkan 10 ruang. Kalau ada rumah sakit yang lain mau menitipkan, Banjarnegara kami siap menerimanya,” imbuh bupati.

Lebih lanjut bupati juga melaporkan pada Gubernur Ganjar bahwa sampai saat ini, Banjarnegara bebas Corona. Namun begitu, ia melaporkan bahwa di Banjarnegara ada pasien dalam pengawasan (PDP) 6 orang, Orang Dalam Pemantauan (ODP) 2 orang. Satu orang dari Banjarnegara dan 1 orang lagi titipan dari daerah lain.

“Alhamdulillah sampai detik ini Banjarnegara bebas Corona, terima kasih atas perhatian seluruh masyarakat, mohon doanya Insyaallah Banjarnegara dilindungi Allah, aamiin,” kata bupati.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur meminta Kepala Dinas Kesehatan di Banjarnegara untuk segera menghubungi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.

“Silakan kepala daerah dan kepala Dinkes untuk segera ditindaklanjuti,” pesannya singkat. *(Muji P/Dinkominfo)*