Banjarnegara – Program UPLAND Project hadir sebagai peluang bagi petani kopi dan peternak domba di Kabupaten Banjarnegara untuk naik kelas. Melalui pendampingan, investasi, dan penguatan kelembagaan, program ini diharapkan tidak hanya mendorong peningkatan produksi, tetapi juga memperluas akses pasar dan kesejahteraan masyarakat.
Bupati Banjarnegara, dr Amalia Desiana menilai Upland menjadi angin segar bagi sektor pertanian di tengah keterbatasan fiskal daerah. Terutama untuk petani dan peternak di Banjarnegara wilayah atas.
“Program Upland ini sangat bermanfaat untuk Banjarnegara. Di tengah efisiensi keuangan, Upland hadir penuh mendukung pertanian, khususnya di wilayah atas agar produksinya meningkat,” ujarnya di Pendopo Dipayuda Adigraha Banjarnegara saat monitoring program Upland, Rabu (10/9/2025).
Terlebih kata dia, Banjarnegara memiliki potensi pertanian dan peternakan yang bagus. Di antaranya adalah produk pertanian kopi dan peternakan domba. Tidak heran jika Banjarnegara sendiri menjadi salah satu dari 14 kabupaten/kota di Indonesia yang terpilih menerima program Upland.
“Penunjukan Banjarnegara sebagai 1 dari 14 kabupaten/kota di Indonesia ini membuktikan besarnya potensi Banjarnegara di bidang kopi dan peternakan. Ini tidak sembarangan, tentu dipilih berdasarkan potensi daerah,” kata dia.
Ia berharap, program ini tidak berhenti pada 2026, tapi berlanjut sehingga produk unggulan Banjarnegara benar-benar bisa bersaing. Selain itu juga tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga pemasaran.
“Harapannya bukan hanya menghasilkan produk, tapi juga mampu menopang ketahanan pangan dan membuka pasar yang lebih luas. Dan tidak hanya berhenti di tahun 2026 tetapi bisa berlanjut,” imbuhnya.
Sementara itu, Project Management Unit (PMU) Upland, Muhammad. Ikhwan, menegaskan bahwa kunci dari program ini adalah keberlanjutan manfaat.
“Tujuan utama Upland adalah meningkatkan produktivitas komunitas yang diintervensi. Di Banjarnegara ada kopi dan domba. Investasi yang sudah diberikan sejak 2021 di Banjarnegara kami harap bisa terus berlanjut demi kesejahteraan petani,” kata Iwan.
Ia menekankan bahwa penguatan kelembagaan petani menjadi faktor penentu agar program tidak berhenti sebatas proyek. Melalui Upland Project, Banjarnegara tidak hanya dipandang sebagai daerah produsen, tetapi juga diarahkan menjadi pusat pengembangan kopi dan peternakan yang lebih modern dan berdaya saing.
“Kunci sukses keberlanjutan Upland adalah rasa kepemilikan kelompok atau korporasi. Kalau kelembagaan kuat, maka petani kopi dan peternak domba Banjarnegara bisa benar-benar naik kelas,” jelasnya.*** (kominfo).




0 Komentar