7 Desember 2025 Jam 08:08

Peserta Pokjar “Cendekia” Desa Mlaya ikuti Ujian Semester Ganjil

BANJARNEGARA — Sebanyak 37 siswa-siswi peserta Pokjar “Cendekia” Desa Mlaya, Kecamatan Punggelan mengikuti ujian Asesmen Sumatif Akhir Semestar (ASAS) di Aula desa setempat, Sabtu (6/12/2025).

Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orda Banjarnegara, DR. Muchlish, mengatakan Kelompok Belajar (Pokjar) “Cendekia” Desa Mlaya merupakan salah satu program unggulan Desa Cendekia yang dikembangkan ICMI, bekerja sama dengan PKBM Maju Lestari Punggelan.

Menurutnya, Desa Mlaya dipilih menjadi sasaran desa cendekia karena wilayah ini memiliki potensi besar namun akses pendidikannya masih terbatas.

Pokjar tersebut juga terasa istimewa, karena siswa-siswa diampu oleh para pendidik baik dari wilayah Punggelan, maupun para akademisi dari perguruan tinggi yang ada di Banjarnegara.

“Sistem pembelajaran melalui tatap muka serta daring. untuk mata pelajaran tertentu, para peserta mendapatkan pembelajaran dari dosen anggota ICMI. Kami ingin memberi pengalaman belajar yang terasa seperti kuliah,” ujar Muchlish.

Muchlish menambahkan, ICMI Banjarnegara sebelumnya juga menyelenggarakan Pelatihan Dakwah Digital di desa yang sama sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat. Program tersebut diikuti ratusan peserta dengan dukungan Kementerian Agama.

“Kegiatan pelatihan konten digital kami pilih agar generasi muda dapat mempromosikan potensi desa sekaligus berdakwah dengan cara modern,” imbuhnya.

Usai mengikuti Asesmen Sumatif Akhir Semestar (ASAS) semester ganjil, para siswa mengadakan diskusi dengan pengelola dan akademisi dari ICMI tentang berbagai hal seputar pendidikan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Salah satu peserta ujian, Rohman, mengaku bangga dapat mengikuti pembelajaran yang langsung dibimbing guru dan dosen.

“Rasanya senang dan bangga bisa mengikuti ujian ini. Kami termotivasi untuk melanjutkan pendidikan lebih tinggi,” ujarnya.

Camat Punggelan, Sapto Aji, SH M.Si menyampaikan dukungan terhadap upaya ICMI dalam meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat desa.

“Program ini langkah strategis untuk membuka akses pendidikan di wilayah kami. Saya berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan melahirkan SDM unggul dari desa,” tegasnya.

Desa Mlaya berada di kawasan pegunungan utara Kecamatan Punggelan dengan kondisi medan yang menantang terutama menuju Dusun Kaliwadas, Sidakarya, dan Semangkung. Meski jauh dari pusat kota, desa ini kaya potensi pertanian dan seni budaya, termasuk tradisi Kuntulan, yaitu perpaduan seni tari, shalawat, dan atraksi langka yang hampir punah. Potensi inilah yang kemudian menjadi alasan ICMI menetapkan Desa Mlaya sebagai desa binaan dalam program Desa Cendekia.*** (mjp).

[supsystic-social-sharing id='1']

Artikel Terkait…

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *